Loading...
Internasional

Gawat! Bill Gates Ungkap Ancaman Terbesar Selain COVID-19

Pendiri Microsoft, Bill Gates. (Kabarin/AFP/Andrew Caballero-Reynolds)

Kabarin.co, Jakarta – Ada ancaman yang lebih dahsyat di muka bumi selain COVID-19. Salah satunya perubahan iklim yang bisa membuat umat manusia merana.

Pernyataan itu diungkapkan oleh miliuner yang juga pendiri Microsoft, Bill Gates. Hal tersebut seperti yang dikutip dari berita CNBC Indonesia, pada Kamis (4/11).

“Sekarang yang kita butuhkan adalah rencana untuk mencapai nol emisi karbon,” kata Bill Gates.

Menurutnya, masih ada harapan untuk menangani perubahan iklim. Dimulai dari penelitian dan inovasi teknologi hijau. Bisa dimulai dari peran penting dan antusiasme anak muda.

Baca Juga  Andre Rosiade Berbagi Sembako untuk Warga Sekitar Taman Makam Pahlawan Padang

“Dalam pengalaman saya, mereka adalah orang-orang dengan ide-ide paling baru, dan energi paling besar untuk bisa mencapai nol emisi karbon,” sebutnya.

Sementara itu kode merah juga telah dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Sebab para ilmuwan telah memperingati adanya darurat iklim.

Ancaman itu, bisa mempengaruhi kehidupan manusia. Misalnya, menunda kehamilan atau mendapat anak. Pasalnya, ada yang berpikiran dengan banyak jumlah bisa memperburuk emisi, dan kekurangan pangan.

Baca Juga  Dorong Transparansi Pembahasan RUU PNBP

Pasangan Pangeran Harry dan Megan Markle menyoroti masalah ini. Pada 2019, keduanya mengimbau untuk maksimal memiliki dua anak untuk masalah lingkungan.

Perubahan iklim juga membuat Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian fisik dan ekonomi tambahan mencapai 600 miliar dolar, dalam lima tahun terakhir. Iklim juga merugikan dana pensiunan di AS, hingga miliaran dolar.

Baca Juga  Over Kapasitas, Pungli Merajalela, dan tak Bisa Shalat Jumat; Penyebab Utama Kaburnya Tahanan di Rutan Sialang Bungkuk

Sementara Perdana Menteri Inggri, Boris Johnson mengajak pemimpin dunia bisa mengantisipasi persoalan perubahan iklim. Jika tidak peradaban bisa hilang seperti Roma Kuno

Dikutip dari CNBC Indonesia, Boris mengajak mengurangi karbon. Utamanya adalah negara-negara besar, penghasil karbon. Seperti Rusia, AS, China, dan juga India.

“Manusia sudah siingatkan bahwa ada sesuatu yang salah, dan seharusnya kita segera mengantisipasi dengan kecepatan yang luar biasa,” tukasnya. (*)

Loading...

Terpopuler


To Top