Loading...
Nasional

Ferry Punya Reforma Agraria, Jokowi Punya Nama

cp: google



kabarin.co – Masih ingat istilah orang Medan? “Lembu punya susu, Benggali punya nama.” Ternyata baru terkuak, penggusuran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursidan Baldan, setelah Ahad kemarin (16/10/2016) Presiden Jokowi menyerahkan secara simbolis 3.515 gratis sertifikat tanah di Surakarta, Jawa Tengah.

Sebenarnya, proyek pemberian sertifikat tanah gratis kepada rakyat sudah dirintis Menteri Ferry.  Terakhir sebelum dipecat Jokowi, Ferry membagikan lahan seluas 383 hektar kepada 1.000 kepala keluarga petani Badega, Garut, Jawa Barat, melalui program reforma agraria. Tempat itu pada 1984, saat Suharto berkuasa menjadi tempat konflik antara petani dengan perusahaan milik Bob Hasan, PT.SAM. Saat itu petani penggarap dibantu mahasiswa Bandung berhadapan dengan PT.Perhutani dan PT.SAM yang dibekingi aparat militer. Petani diteror, sebagian lainnya dikriminalisasi sampai diadili. “Sertifikat ini adalah kepastian hukum bagi petani. Juga menjadi dasar kehidupan yang menentramkan dan memakmurkan,” ujar Ferry saat menyerahkan sertifikat tanah kepada petani Badega.

Sebelumnya, awal Februari  Mentery Ferry juga menyerahkan lahan seluas 75,56 hektar kepada 425 kepala keluarga petani di Desa Tumbrep Kabupaten Batang, Jawa Tengah, juga redistribusi lahan di Buol, Sulawesi Tengah seluas 36.000 hektar, Bandar Lampung seluas 90 hektar dan diikuti  10 lokasi lainnya yakni Bogor, Ciamis, Cianjur, Sukabumi, Pangandaran (Jawa Barat), Pemalang (Jawa Tengah), Solok Selatan (Sumatera Barat), Bima, Dompu (Nusa Tenggara Barat) sampai Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Ferry cuma mewujudkan Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) yang sudah dimulai pada 35 tahun lalu. Apalagi perintahnya jelas dari Jokowi, Reforma Agraria. Tapi, karena Menteri Ferry, yang langsung memberikan kepada rakyat Jokowi merasa tersaingi.

Jokowi, yang perlu pencitraan agar bisa maju kembali pada pemilihan Presiden 2019, merasa mendapat saingan. Terutama, Ferry dan Anies Baswedan. Nah, salah satunya adalah proyek pembagian sertifikat tanah kepada rakyat. Sebenarnya Wakil Presiden Jusuf Kalla, ingin mempertahankan Ferry, namun, Jokowi sudah pundung. Celakanya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tidak ngotot, mempertahankan politikus lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung itu. Namun, semua bopeng pencitraan Jokowi, terungkap dengan acara Ahad kemarin di Surakarta itu.

 

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top