Loading...
KabarSport

Features: Ferdinand Sinaga, Bad Boy-nya Sepakbola Indonesia

Foto: liputan6



Kabarin.co – Istilah bad boy dalam dunia sepakbola, adalah hal yang kerap muncul dalam pemberitaan. Karena “anak nakal” tersebut selalu ada dan muncul. Bahkan di sepakbola tingkat atas pun, selalu ada pemain yang layak masuk kategori ini.

Mulai dari Diego Maradona, Eric Cantona, Vinnie Jones,  Roy Keane, Joey Barton, sampai Pepe, adalah beberapa nama yang layak disebut master-nya bad boy sepakbola dunia. Ada istilah, seorang dengan bakat istimewa, akan punya sisi lain dalam dirinya  yang sulit diterka.

Ferdinand Sinaga, mungkin salah satu pesepakbola yang layak masuk kategori “bad boy” sepakbola Indonesia. Karena pemain yang satu ini Kerap memperlihatkan perilaku emosional dan temperemental.

Padahal, lelaki berdarah batak, yang mulai meniti karir SSB Saswco Bandung ini, terbilang punya skill dan bakat yang cukup menonjol. Lelaki kelahiran 18 September 1988 selalu jadi incaran klub-klub besar Indonesia.

Ditambah rajin keluar masuk Timnas, membawa Persib Bandung juara ISL 2014, dan pernah menjadi top skor di Asian Games Incheon 2014, adalah beberapa catatan bagus perjalanan karir Ferdinand.

Namun, reputasi dan karir yang cukup manis itu, kerap tercederai oleh perilakunya yang emosional dan suka lepas kontrol. Cukup panjang daftar aksi kontroversial yang pernah dibuat si bengal yang kini membela PSM Makassar ini.

Paling anyar, Ferdinand memperlihatkan kekesalannya saat diganti dalam pertandingan PSM melawan Bali United, dalam ujicoba di Stadion Andi Mattalata Makassar, Minggu (17/4)

Ditarik pelatih Luciano Leandro untuk diganti dengan Maldini Pali, Ferdinans langsung pasang wajah kesal. Tak hanya itu, sambil buka kaosnya, dia tak pergi ke bench, tapi langsung meluncur ke kamar ganti.

Kabarin.co, juga punya catatan beberapa aksi nakal pemain kidal ini:

1. Panjat pagar
Dalam laga Timnas vs ASEAN All Star di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (11/5/2015) Ferdinand “meledak”. Dia terpancing emosi karena mendapatkan teriakan bernada negatif dari suporter setiap menggiring bola.








loading...

Setelah laga usai, Ferdinand yang tampak emosi memanjat pagar dan lari ke arah tribun suporter dan terlibat cekcok. Dia sempat memukul bangku penonton saat berjalan menuju ruang ganti.

Buntutnya, Ferdinand tak dipanggil pelatih Alfred Riedl untuk membela Indonesia di Piala AFF 2014. Dia juga dihukum Komdis PSSI, larangan membela timnas selama dua laga dan denda sebesar Rp50 juta.

2. Kisah Handuk Klenik 
Ferdinand belum kapok, kembali membuat ulah saat Persib Bandung melawan Pelita Bandung Raya dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) pada 20 Mei 2014.

Pemicunya, Ferdinand membuang handuk milik kiper PBR, Dennis Romanov, yang digantung di jaring gawang. Dia berang karena ada unsur klenik di handuk tersebut.

Tindakan itu membuat Komdis PSSI kembali menjatuhkan denda Ferdinand sebesar Rp25juta karena tindakannya dianggap mencederai sepak bola.

3.  Cekcok dengan Ridwan
Tak sampai disitu, Ferdinand pernah adu mulut dengan rekannya Muhammad Ridwan saat Persib tampil di final ISL 2014 di Stadion Jakabaring Palembang. Mereka terlibat friksi pada babak tambahan.

Ketika Persib mulai frustrasi setelah Persipura menyamakan kedudukan 2-2. Ferdinand kesal, dan berteriak ke arah M Ridwan dan membanting botol air mineral. Untung Ridwan tidak meresponnya.

Tapi Ferdinand berkilah tak ada adu mulut dengan Ridwan. “Teriak bukan berarti marah. Bisa saja karena tidak terdengar. Kan di lapangan butuh bicara. Itu hal biasa dalam pertandingan,” katanya.

4.  Memburu Hendra Ridwan
Setelah final ISL, Ferdinand kembali membuat ulah saat membela PSM Makassar. Melawan Mitra Kukar pada leg kedua perempat final Piala Presiden 2015.

Ferdinand mengejar gelandang Mitra Kukar, Hendra Ridwan. Namun, insiden tersebut tak sampai baku pukul karena aksi Ferdinand berhasil dihalangi tim pelatih Mitra.“Saya cuma mau Hendra. Biar dia bereskan urusan dengan saya,”cuap Ferdinand.

5. Tendang Microphone TV
Membela Sriwijaya FC di Piala Jenderal Sudirman, timnya kalah 0-1 dari Persija Jakarta di Malang, Rabu, (25/11/2015). Merasa kesal pada wasit Iwan Sukoco, usai laga dia mengejar sang pengadil. Tapi bisa ditahan pihak kemanan. Untuk melampiaskan kekesalan Ferdinand pun menendang microphone milik stasiun televisi yang terpasang di pinggir lapangan.

Sialnya, emosi mantan pemain Persiwa Wamena, Semen Padang, Putra Samarinda, dan Persib Bandung tersebut kian tersulut saat suporter di tribun VIP mencemoohnya. Ferdinand kemudian langsung berusaha mengejar, namun tindakannya berhasil diredam oleh petugas. (RMO)

Bagaimana pendapat anda?

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...

Terpopuler

To Top