Loading...
KabarUtama

Fahri Hamzah: Rentetan Bom Menyakiti Perasaan Umat Islam

kabarin.co – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, aksi bom bunuh diri di Mapolres Solo menodai kesucian bulan Ramadhan.

Menurut dia, pelaku yang terlibat aksi tersebut sangat menyakiti perasaan umat Islam yang tengah bergembira menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah.

“Benar-benar menyakiti hati umat Islam, karena ini terjadi di bulan suci Ramadhan dan mendekati Idul Fitri,” ujar Fahri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/7/2016).

Dia berharap, kepolisian mampu menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif. Harapannya, masyatakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman.

Baca Juga  Video: Hadiri Dies Natalis UI, Jokowi Dihadiahi 'Kartu Kuning' Oleh Mahasiswa

“Saya harap semua pihak terutama kepolisian harus lebih memperketat pengamanan, sehingga keesokan harinya masyarakat tetap tenang dan penuh suka cita merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka masing-masing,” tutur Fahri.

Selain itu, Fahri juga mengecam ledakan bom yang terjadi di Madinah, Arab Saudi. Menurut dia, tidak seharusnya salah satu kota suci umat Islam dirusak dengan tindakan teror semacam itu.

“Jadi, rentetan bom yang meledak di Madinah dan Solo ini benar-benar keterlaluan, para teroris itu menodai kesucian bulan Ramadhan sekaligus menyakiti perasaan umat Islam,” kata Fahri.

Baca Juga  Topan Nepartak Menerjang Taiwan Dampaknya Sampai ke Indonesia

Teror bom bunuh diri terjadi di Markas Polresta Surakarta, Selasa pukul 07.30 WIB. Awalnya, pelaku yang menggunakan sepeda motor berpelat nomor AD 6136 HM masuk ke halaman Mapolresta.

Anggota polisi kemudian mencegatnya dan menanyakan apa keperluan pelaku. Namun, sebelum sempat menjawab, pelaku melarikan diri sehingga dikejar.

Pelaku kemudian meledakkan diri di dekat kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolresta Surakarta. Pelaku pun tewas seketika.

Baca Juga  Terungkap! Lansia Pelaku Cabul di Kota Padang Bukan Asli Sumbar

Sementara itu, seorang anggota polisi bernama Brigadir Bambang Adi yang berjaga di SPKT mengalami luka ringan di bagian mata sebelah kiri dan badan bagian kanan akibat luka bakar.

Polisi menduga pelaku bom bunuh diri adalah Nur Rohman, tetapi perlu dilakukan tes deoxyribonucleic acid (DNA) untuk memastikan. (kom)

 

Baca Juga

Nusron Wahid : Pemerintah Diminta Serius Tanamkan Ajaran Islam Inklusif dan ‘Rahmatan Lil Alamin’

Loading...

Terpopuler


To Top