Loading...
Daerah

Diterkam Buaya Muara, Bocah 9 Tahun di Agam Ditemukan Tewas

Proses evakuasi korban usai ditemukan 3 km dari lokasi awal, Senin (17/1). (Istimewa)

Kabarin.co, Agam – Seorang bocah perempuan 9 tahun di Kabupaten Agam, Sumatera Barat tewas diterkam buaya muara.

Peristiwa terjadi tepatnya di Jorong Padang Madani, Nagari Manggopoh Kabupaten Agam, saat sedang mandi di Sungai Batang Masang, Senin pagi (17/1).

“Korban bernama Anisa Fitri (9), masih duduk di bangku SD,” kata Ridwan, Wali Nagari Manggopoh, Selasa (18/1).

Dia menceritakan, serangan satwa buas tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Korban saat itu usai mandi pagi bersama kakaknya, Meli Susanti (16).

Baca Juga  Belum 'Malam Pertama' Novia Kolopaking Minggat Duluan, Uang Rp 90 Juta Sudah Ludes

“Kakaknya panik dan sempat menarik tangan korban, namun kalah kekuatan buaya itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam, Ade Putra menambahkan, kejadian tak jauh hanya 50 meter dari rumah korban.

Konflik satwa bernama latin crocodylus porosus dengan manusia itu, sebut Ade, bermula korban usai mandi dan berada di pinggiran sungai.

Baca Juga  Karena Bisikan Ghaib Tajuddin Potong Kemaluan Sendiri, Hanya Tersisa 1 Cm

Kemudian, lanjutnya, buaya menyeret tubub korban ke tengah sungai dan terus bergerak ke arah hilir. Kakaknya berusa menolong dengan berenang ke tengah sungai.

“Sampai ke hilir tepian mandi mereka, akhirnya berteriak meminta bantuan,” jelas Ade.

Mengetahui hal itu, tim gabungan, mulai dari BPBD, Polairud Polres Agam, Satpol PP dan Damkar, BKSDA, serta sejumlah dan masyarakat mencari korban.

Baca Juga  Asyik Temani Tamu Bernyanyi, Pemandu Lagu Terkena Peluru Nyasar Oknum Polisi

Setelah menelusuri aluri Sungai Batang Masang itu berjam-jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.45 WIB dengan kondisi sudah tak bernyawa.

“Ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi awal, jasad korban masih dalam keadaan utuh dan langsung dievakuasi ke rumah duka,” imbuhnya.

Terkait langkah penanganan, Ade menegaskan, BKSDA akan melaksanakan identifikasi lapangan segera untuk mencari keberadaan satwa dan penyebab konflik tersebut. (*)

Loading...

Terpopuler


To Top