Loading...
Agribisnis

Disperindag Tangsel akan Membuat Rumah Sayur

Pemenuhan kebutuhan pokok merupakan perhatian utama dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dibanyak kasus oknum spekulan berusaha memfaatkan kesempatan, salah satunya karena panjangnya rantai distribusi penyaluran sayur-sayuran ke pasar-pasar tradisional.

cp: tangsel



kabarin.coTangerang Selatan, Pemenuhan kebutuhan pokok merupakan perhatian utama dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dibanyak kasus oknum spekulan berusaha memfaatkan kesempatan, salah satunya karena panjangnya rantai distribusi penyaluran sayur-sayuran ke pasar-pasar tradisional.

Untuk itu pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Tangsel akan membuat Rumah Sayur.

Menurut sekretaris Disperindag Kota Tangsel, Malik Kuswari menjelaskan program pembuatan rumah sayur ini akan dimulai tahun 2017 mendatang. Tujuannya untuk memangkas panjangnya rantai distribusi dari penyalur ke pedagang-pedagang yang ada di pasar tradisional di wilayah Tangerang Selatan.

“Saat ini pedagang masih secara acak membeli ke pasar induk. Makanya Rumah Sayur akan diterapkan hingga ke seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Tangsel,” jelas Malik, Kamis (17/11).

Ia mengatakan bahwa selama ini bahwa pola pasokan terhadap sayur-sayuran sampai ke tangan pedagang di pasar tradisional melalui dari petani melalui tengkulak dengan jalur distribusi yang lumayan panjang dengan pola acak. Kuswari menerangkan kondisi ini membuat pemerintah daerah menjadi kesulitan dalam mengontrol lonjakan dan penurunan harga komoditi pertanian tersebut.

Keadaan ini dimanfaatkan oleh pedagang besar untuk melakukan spekulasi dengan berbagai alasan ditambah dengan biaya distribusi yang panjang.
“Kalau harga sayur sudah mahal, pedagang pasti ikut terancam rugi. Untuk bisa berjualan, mereka harus mengeluarkan modal besar. Terkadang perputaran tidak berjalan. Pedagang setelah mengeluarkan modal besar ternyata tidak ada pembeli,” Ungkapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Tangsel Rohidin menambahkan, dengan dibentuknya Rumah Sayur, rantai distribusi dipastikan dapat terpotong. Nantinya pedagang di pasar tradisional dapat langsung mendapatkan barang dari tangan petani.
“Rumah Sayur hadir untuk menstabilkan harga dan membantu pedagang dalam mewujudkan komoditi dengan harga murah. Tujuannya menstabilkan harga bahan pokok dengan cara memotong rantai distribusi sayur mayur,” ujarnya.
Untuk diketahui, di Tangsel, ada enam pasar tradisional yang beroperasi, yakni Pasar Ciputat, Serpong, Jombang, Cimanggis, Bintaro Sektor 2, serta Gedung Hijau. Seluruh aset pasar tradisional sudah resmi diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada 1 Juni 2016. (adv-tangsel)

Baca Juga:

Pemkot Tangsel dan Korea Lakukan MoU Bersama 6 Universitas

Sektor Wisata di Tangsel Simpan Potensi Pembangunan








loading...

Kunjungi Kota Tangerang Selatan, Bupati Lampung Tengah Jajaki Kerjasama di Sektor Pangan

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top