Loading...
KabarUtama

Disebut Terima Aliran Dana Korupsi E-KTP, Yasonna Siap jadi Saksi di Persidangan




kabarin.co – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly, disebut menerima uang korupsi proyek e-KTP sebesar USD84 ribu, saat menjabat anggota Komisi II DPR RI. Terkait hal ini, politisi PDIP itu merasa kaget lantaran namanya ada dalam dakwaan terdakwa korupsi yang merugikan negara RP2,3 triiun. Dakwaan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK pada sidang perdana kasus e-KTP di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (9/3/2017), yang mendakwa dua mantan penajabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

“Saya kaget mendengar nama saya dicatut dan dituduh menerima dana bancakan e- KTP,” kata Yasonna, Jumat 10 Maret 2017.

Yasonna menuturkan, dirinya tidak pernah menerima uang dari proyek e-KTP tersebut. Bahkan, ia juga tidak pernah berhubungan dengan Irman dan Sugiarto, terdakwa dalam kasus tersebut di luar rapat-rapat DPR.

Saya tidak pernah menerima dana tersebut dan tidak pernah berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP, kecuali dalam rapat-rapat DPR,” ujar Yasonna.

Politisi PDIP itu menambahkan, ketika proyek itu dibahas, justru partainya mengkritisi kebijakan e-KTP. Sampai saat ini, ia juga mengaku belum pernah didengarkan keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Saya memang belum didengarkan karena memang ada tugas terkait dengan pertemuan saya dengan Menteri Kehakiman Hongkong untuk pengembalian aset bank Century,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku siap jika nantinya keterangannya dibutuhkan dalam persidangan.

“Anytime, saya selalu siap didengarkan keterangannya baik di persidangan maupun oleh penyidik,” kata Yasonna. (epr/viv)

Baca Juga:

Dakwaan Kasus Korupsi e-KTP, Ganjar Pranowo disebut terima USD 520.000








loading...

Mantan Anak Buah Gamawan Fauzi Siap Bongkar Kasus E-KTP

Namanya Selalu Disebut Nazaruddin dalam Kasus e-KTP, Setya Novanto Angkat Suara

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top