Loading...
Sepakbola

Dilema Sang Kapten Lionel Messi Di Barcelona

kabarin.co, Jakarta – Lionel Messi ada di titik terendah dalam kariernya di Barcelona bila dilihat dari sudut pandang raihan gelar. Namun Messi tak akan bisa begitu saja mengambil solusi dengan memilih keluar dari Barcelona.

Bayern Munchen memastikan Barcelona gigit jari musim ini dengan cara paling meyakinkan. Lewat skor 8-2, Barcelona tak akan lagi punya alasan di balik kekalahan dan kegagalan di Liga Champions tersebut.

Barcelona benar-benar kalah telak, Hancur, Lebur.

Di tengah-tengah kegagalan meraih trofi musim ini, pertama sejak musim 2007/2008, rumor Messi bakal keluar dari Barcelona makin gencar beredar. Rumor tersebut sendiri sudah mulai nyaring terdengar sejak beberapa bulan lalu.

Dilema Sang Kapten Lionel Messi Di Barcelona

Messi mulai sering dikabarkan tidak nyaman dengan keputusan manajemen soal perekrutan pemain hingga bersitegang dengan jajaran manajemen seperti Eric Abidal.

Barcelona's Lionel Messi, second left, celebrates with his teammates his goal against Osasuna during a Spanish La Liga soccer match between Barcelona and Osasuna at the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Thursday, July 16, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)
Lionel Messi menanggung beban berat sebagai motor Barcelona di musim ini. ( AP/Joan Monfort)

Messi selalu jadi pusat keributan dengan alasan menginginkan Barcelona jadi tim yang kembali kompetitif meski hal itu seringkali dibantah.

Baca Juga  Jordus Cup 2017: Kalahkan PSP Padang, PS GAS Sawahlunto Bertemu Jordus FC di Final

Barcelona memang sudah lima tahun tidak memenangkan Liga Champions, namun mereka masih berkuasa di Liga Spanyol musim lalu. Di musim ini, Barcelona benar-benar harus gigit jari.

Mereka kalah dari Real Madrid yang sejatinya juga tidak tampil bagus secara konsisten di musim ini.

Kontrak Messi di Barcelona bakal berakhir di 2021. Sempat ada klausul yang mengizinkan Messi pergi dari Barcelona di tahun ini tanpa biaya transfer namun klausul tersebut tidak diaktifkan dan sudah kadaluarsa pada bulan lalu.

Setelah Barcelona hancur di tangan Munchen, rumor kepergian Messi dari Barcelona kembali beredar. Messi sudah terlihat frustrasi melihat Barcelona yang kesulitan mengambil langkah maju ke depan.

Skuat Barcelona musim ini memang terlihat makin tua. Dalam starting line up lawan Munchen, rata-rata usia Barcelona ada di atas 29 tahun.

Rekan-rekan pendamping Messi macam Luis Suarez, Sergio Busquets, Gerard Pique, hingga Jordi Alba sudah makin tua. Antoine Griezmann, Ousmane Dembele, hingga Sergi Roberto pun tidak bisa memberikan perbedaan.

Baca Juga  Bupati Tanah Datar akan Buka Jordus Cup XV 2017, Tuan Rumah Diperkuat Tiga "Marquee Player"

Sepeninggal Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, Barcelona benar-benar tak bisa menemukan pengganti sepadan. Proses regenerasi yang dilakukan tak berjalan lancar. Kualitas Barcelona terus menurun meski Messi sudah berusaha menopang Barcelona sekuat tenaga.

Barcelona's Antoine Griezmann, right, is congratulated by teammate Lionel Messi after scoring his side third goal during the Spanish La Liga soccer match between FC Barcelona and Villareal at La Ceramica stadium in Villareal, Spain, Sunday, July 5, 2020. (AP Photo/Jose Miguel Fernandez)Kehadiran pemain baru seperti Antoine Griezmann tidak banyak membantu kinerja Lionel Messi musim ini. ( AP/Jose Miguel Fernandez)

Messi Dinanti Caci Maki

Lewat catatan 33 gol dan 26 assist, musim yang dimiliki Messi jelas jauh dari kata buruk. Messi tetap punya penampilan di level atas, apalagi bila menimbang ia sempat terganggu cedera di awal musim.

Namun dalam sudut pandang lainnya, mengangkat tim secara keseluruhan, Messi gagal melakukannya. Barcelona untuk pertama kali gigit jari dan Messi dianggap gagal.

Sebagai pemain yang bergelimang gelar di klub, kegagalan musim ini memang terasa sangat tak nyaman bagi Messi. Kekalahan telak dari Munchen di Liga Champions, belum lagi bayang-bayang buruk kalah dari Liverpool dan AS Roma setelah unggul di leg pertama dua musim terakhir, seolah menjadi bukti kuat Barcelona tak lagi mampu bersaing di Liga Champions.

Baca Juga  Persib Tetap Latihan Meski Shopee Liga 1 2020 Ditunda PSSI
Barcelona's Lionel Messi grimaces in pain during the Spanish La Liga soccer match between RCD Espanyol and Real Madrid at the Cornella-El Prat stadium in Barcelona, Spain, Sunday, June 28, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)
Lionel Messi gagal mengecap gelar juara bersama Barcelona musim ini. ( AP/Joan Monfort)

Sebagai kapten, Messi jelas sangat berhak menyuarakan perbaikan. Namun ketika ancaman keluar dari klub akhirnya benar-benar dilakukan, Messi jelas tak akan memperbaiki keadaan.

Dalam ukuran pemain klub, Messi adalah sosok yang nyaris sempurna. Ia terus-menerus memenangkan gelar dari tahun ke tahun, baik untuk Barcelona maupun gelar individu. Messi sudah punya setumpuk gelar yang bisa ia banggakan sebagai bukti kehebatan.

Dengan latar belakang seperti itu, kegagalan Messi yang akhirnya terjadi justru jadi bagian yang jauh lebih menarik dibandingkan irama monoton keberhasilan Messi memenangkan gelar demi gelar.

Banyak yang kemudian terbuai oleh asumsi bahwa Messi dan Barcelona sudah habis, meskipun baru satu musim ini mereka hampa gelar.

Dalam sejarah panjang sepak bola, banyak tim besar yang hampa gelar dalam beberapa musim. Banyak pemain hebat yang tak memenangi gelar selama bertahun-tahun.

Laman: 1 2

Loading...

Terpopuler

To Top