Loading...
KabarUtama

Diduga Memukul Personel Brimob, 10 Pemuda Diamankan Polisi Termasuk Mantan Kiper Semen Padang FC

Kabarin.co, Padang—Sebanyak 10 pemuda yang salah satu diantaranya mantan kiper Semen Padang FC diamankan Satreskrim Polresta Padang.

Mereka diduga melakukan aksi pemukulan terhadap anggota Brimob Detasemen Gegana Polda Sumbar.

Informasi yang didapat, mantan kiper Semen Padang FC berinisial JEP saat kini membela klub PSIS Semarang.

Dari kesemuanya, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara JEP sedang diperiksa dan masih berstatus sebagai saksi.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra, Senin (9/5) mengatakan, aksi pemukulan itu terjadi Minggu sore (8/5) di kawasan objek wisata Pantai Pasir Jambak.

Pemukulan terjadi saat anggota Brimob yang diketahui bernama Briptu Fauzi Rizki Saputra dan keluarga berwisata di destinasi wisata tersebut.

Di saat yang sama, JEP dan beberapa orang lainnya bermain sepak bola di lokasi yang sama.

Kebetulan anggota Brimob saat itu juga sedang jalan-jalan ke pantai dengan keluarganya.

“Jadi main bola hampir mengenai keluarga (anggota Brimob) itu,” terang Dedy.

Ia menambahkan, Briptu Fauzi Rizki Saputra kemudian sempat melakukan teguran sebanyak dua kali. Namun diduga tidak dihiraukan sehingga terjadi cekcok mulut dan berujung pada aksi pemukulan.

“Yang melakukan pemukulan rombongan pemain bola,,” sebut Dedy.

Karena aksi pemukulan itu Briptu Fauzi Rizki Saputra mengalami sakit pada mata kiri, luka lebam pada pipi kiri, gigi depan patah, dan kepala sakit. Penganiayaan itu tidak menggunakan benda keras hanya menggunakan tangan.

Pada malam itu juga, Briptu Fauzi Rizki Saputra lalu melaporkan kejadian ke SPKT Polresta Padang dengan LP/B/297/V/2022/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar.

Pihaknya masih mendalami kasus ini. Hingga Senin (9/5) pelaku yang diduga terlibat masih diperiksa.

Dari pemeriksaan sementara dua orang telah mengaku dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan untuk beberapa orang lainnya termasuk JEP masih berstatus saksi.

Sementara itu, JEP kepada wartawan saat mengatakan dirinya tidak terlibat dalam aksi pemukulan tersebut. Ia menyebut hanya melerai.

“Saya hanya melerai perkelahian tersebut disitu juga banyak saksi yang melihat kejadiannya,” sebut Jandia.

Menurut Jandia, peristiwa pemukulan terjadi berawal saat adiknya bermain bola dan dibentak oleh korban. Lalu pihak keluarga Jandia meminta maaf kepada korban.

“Namun terjadi penghinaan dari korban kepada om saya dan terjadilah perkelahian, padahal sebelumnya pihak keluarga saya sudah minta maaf kepada korban,” tutur JEP.(*)

Loading...

Terpopuler

To Top