Loading...
Opini

Desmond : Membuka Mata Najwa

kabarin.co, Jakarta – Entah inspirasi apa yang merasukinya ketika tiba tiba host acara talkshow Mata Najwa, Najwa Shihab mengunggah video di Instagram yang berisi surat terbuka. Surat terbuka hampir lima menit  yang ditujukan ke DPR itu berisi kritikan Najwa terhadap kinerja DPR di tengah-tengah wabah COVID-19  atau virus corona. Presenter Mata Najwa, Najwa Shihab mempertanyakan prioritas yang dilakukan oleh para anggota DPR, dalam menangani virus corona.

Kritik kritik yang disampaikan oleh Najwa Shihab alias mbak Nana memang cukup mengena dan terkesan nyelekit bagi yang menyimaknya.  Memang sudah sewajarnya DPR sebagai institusi yang mewakili suara rakyat mendapatkan kritik dari orang orang yang merasa diwakilinya. Kritik itu penting sebagai masukan untuk perbaikan kinerja lembaga yang operasionalnya disokong oleh anggaran negara.

Desmond : Membuka Mata Najwa

Namun bagi saya bukan itu yang menjadi pokok masalahnya. Masalahnya adalah bahwa kritik yang disampaikan terkesan hanya berdasarkan asumsi dan rekaan belaka. Dalam banyak aspek kritik itu seolah olah  muncul dari sosok public figure yang sedang lupa tentang siapa dirinya. Mungkin karena terlena dengan banyaknya sanjungan dan pujian yang diterimanya.

Baca Juga  Survei Menunjukkan Kebiasan Unik Orang Indonesia, Kebiasaan Belanja Online Di Jam Kerja

Sosoknya yang dikenal sebagai presenter yang keras dan berani, bisa jadi telah membuatnya terlena. Apalagi sebelumnya Najwa telah dianggap sukses menaklukkan kepala negara lewat pertanyaan soal mudik atau pulang ke kampung halamannya.  Yang membuat presiden menjadi bulan bulanan di sosial media karena pernyataannya.  Sampai sampai ada netizen yang membuat meme yang cukup menohok narasinya: “di mata Najwa presiden sudah seperti office boy saja, apalagi di ILC ya”.

Ini dia Kritikannya

“Kepada tuan dan puan para anggota DPR yang terhormat, apa kabar hari ini? Sepertinya tak sebaik biasanya. Sama, di sini pun begitu, kita semua memang sedang diuji,” ucap Najwa mengawali videonya.

Wanita kelahiran 16 September 1977 ini juga menyinggung perihal konsep bekerja dari rumah (work from home) dan banyaknya kursi kosong saat pelaksanaan rapat terbuka.

“Hidup memang tak selalu baik kan? Seperti kami kami ini tuan dan puan juga mungkin lebih banyak bekerja di rumah. Kalau lihat siaran sidang atau rapat terbuka di gedung DPR sekarang sih kelihatannya banyak kursi yang kosong, eh tapi biasanya juga kosong kan ya?” sambungnya.

Baca Juga  Soal Penistaan Agama, Cukupkah Permintaan Maaf dari Ahok?

Presenter yang akrab disapa Nana ini juga membandingkan kinerja anggota DPR di Indonesia dengan parlemen yang ada di mancanegara.

“Tuan dan puan anggota DPR yang terhormat, saya perhatikan parlemen-parlemen negara lain fokus melawan corona. Tapi rasa-rasanya isu-isu yang keluar dari Senayan belakangan kok kebanyakan tidak terkait corona ya?” sindir Nana.

Ia menilai anggota DPR saat ini malah asyik membahas isu-isu lain, bukannya fokus menangani virus corona yang melanda Indonesia.

Najwa pun mengulas satu per satu isu yang dibahas DPR yang dianggap tak berkaitan dengan krisis corona.”Contohnya, RRU Ciptakerja yang banyak ditolak karena dinilai mementingkan investor diatas kebutuhan pekerja. Presiden sempat menyatakan menunda salah satu klaster yaitu ketenagakerjaan demi memberi kesempatan mendalami substansi dan mendapat masukan dari banyak pihak,” kata presenter Mata Najwa.

Baca Juga  Inul Vizta Siang Karaoke Keluarga, Malam Jadi Karaoke Esek-esek

Menurut Nana, klaster lain juga bukan tanpa masalah, terutama dari perspektif lingkungan dan keadilan gender. Dalam video itu juga, Nana sempat menyinggung perihal pembebasan napi koruptor     “Ada juga RUU lain yang masih nekat mau dibahas, ada RUU KUHP yang tahun lalu diserbu unjuk rasa, lalu RUU Pemasyarakatan. Ada koruptor yang sudah negebet pengen bebaskah? Apa kabar Pal Yasonna?” sindir Nana.

Ia mengungkapkan, membahas undang-undang yang menyangkut hidup banyak orang di tengah pandemi corona seperti sekarang ini, justru menimbulkan kecurigaan. Karena banyak orang yang rela menunda momen pentingnya akibat virus corona.

“Gara-gara pandemi, yang pada jatuh cinta saja berani menunda nikah lho. Ini kok buru-buru banget kayak lagi kejar setoran,” tegasnya.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa tak ada undang-undang yang tidak penting. “Justru karena undang-undang itu penting, aneh jika pembahasannya diseriusi di waktu seperti sekarang. Saat di mana perhatian dan konsentrasi kita sedang terkuras betahan hidup di tengah wabah,” sambungnya.

Laman: 1 2 3 4

Loading...

Terpopuler


To Top