Loading...
Politik

Debat Perdana Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Dinilai Tak Spesial



kabarin.co – Jakarta, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai debat perdana capres-cawapres Pemilu 2019, antara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno tak terlalu spesial. Kedua pasangan calon masih terlalu menahan diri masing-masing.

“Menurut saya dua-duanya sama nggak terlalu spesial hari ini, banyak catatannya. Pertama adalah kedua-duanya masih nahan-nahan, seharusnya kita bisa mendengarkan pertanyaan yang to the point misalnya (Jokowi) bapak sudah melakukan apa saja, terus kemudian untuk pak Prabowo nanti akan melakukan apa saja,” kata Hendri dikutip dari detikcom, Jumat (18/1/2019).

Debat Perdana Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Dinilai Tak Spesial

Hendri meuturkan Jokowi dan Prabowo juga tida bisa manajemen waktu dalam debat. Keduanya kehabisan waktu yang diberikan moderator debat, tapi masih berusaha untuk menjelaskan.

“Beberapa catatan misalnya pertama adalah manajemen waktu, keduanya tidak terlalu bagus. Bahkan pak Jokowi sesi pertama dia harus menghabiskan waktu 48 detik untuk menyapa semuanya, sehingga dia waktu sudah habis masih berusaha untuk menjelaskan. Sama pak Prabowo juga begitu,” kata dia.

Tak hanya itu, ia menilai cawapres Ma’ruf Amin tidak terlalu banyak bicara dalam debat tersebut. Padahal Ma’ruf memiliki penjelasan yang bagus saat diberikan kesempatan waktu dalam debat itu.

“Faktor kiai Ma’ruf dan ternyata nggak tahu strategi pak kiai ma’ruf tidak boleh ngomong isu terorisme, baru isu terorisme boleh ngomong. Tapi dia punya waktu kiai Ma’ruf bisa menjelaskan dan runut, itu penting,” jelas dia.

Untuk Prabowo-Sandi, ia menilai terlalu fokus mengenai masalah ekonomi. Sehingga setiap pertanyaan dikembalikan dunia ekonomi.

“Pak Prabowo-Sandi nampaknya sangat fokus tentang ekonomi, jadi berusaha setiap pertanyaan dikembalikan ke sisi ekonomi,” tegas Hendri.

Menurutnya, seharusnya debat pilpres saling menyerang antrara kandidat, dan tidak boleh santai. Debat saat ini tidak memunculkan konteks atau subtansi pasangan calon.

“Nah besok prediksi akan dibahas publik lebih sedikit tentang konteksnya, lebih banyak yang remeh-temeh yang menghibur misalnya joged Prabowo atau angukan pak Jokowi atau statemen pak Jokowi jangan nuduh atau laporkan saja. Atau statemen pak kiai Ma’ruf cukup saya mendukung dan menunggu limpahan,” tutur dia. (epr/det)









loading...

Baca Juga:

KPU Matangkan Konsep Debat Capres, Timses: Jangan Seperti Cerdas-Cermat

BPN Prabowo-Sandi Meminta Debat Capres-Cawapres Disiarkan Live

Jadi Panelis, Ketua KPK Agus Rahardjo Pastikan Tak Hadiri Debat Capres 2019

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top