Loading...
Daerah

Dana Desa untuk Beli 95 Mobil Mewah DPRD

“Kami pasti kecewa jika Gubernur merealisasikan pembelian mobil baru untuk DPRD Jabar, sedangkan dana desa yang diperuntukan pembangunan desa tahun ini hanya cair setengahnya yaitu Rp50 juta sedangkan sisanya tahun depan dengan alasan banyak, salah satunya untuk PON,” kata Ketua Forum Komunikasi Kuwu (Kepala Desa) Cirebon (FKKC), Charkim di Cirebon

photo: pks.or.id

BANDUNG, kabarin.co – Ketua Forum Komunikasi Kuwu (Kepala Desa) Cirebon (FKKC), Jawa Barat, mengaku kecewa jika Gubernur Ahmad Heryawan merealisasikan pembelian 95 mobil fortuner untuk anggota DPRD Provinsi Jabar, dimana dana bantuan gubernur untuk desa hanya setengah dari biasanya dengan alasan digunakan untuk kegiatan PON.

“Kami pasti kecewa jika Gubernur merealisasikan pembelian mobil baru untuk DPRD Jabar, sedangkan dana desa yang diperuntukan pembangunan desa tahun ini hanya cair setengahnya yaitu Rp50 juta sedangkan sisanya tahun depan dengan alasan banyak, salah satunya untuk PON,” kata Ketua Forum Komunikasi Kuwu (Kepala Desa) Cirebon (FKKC), Charkim di Cirebon, Kamis (07/04/2016).

Menurut dia, mengapa Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan bahwa anggaran untuk pembelian fortuner itu memang ada, sedangkan dana desa malah dipotong dengan alasan pelaksanaan PON.

Padahal, dana bantuan desa itu sudah masuk anggaran sebelumnya, kalau memang kegiatan lain membutuhkan suntikan dana, kenapa tidak menggunakan dana anggaran Fortuner saja, jangan menggunakan dana desa.

“Kalau saya belum mengetahui benar atau tidaknya Gubernur mau membelikan fortuner untuk anggota DPRD Jabar, tapi kalau benar, kami kecewa sekali karena pembangunan desa lebih dikorbankan dibandingkan fasilitas anggota DPRD,” tuturnya.

Sama dengan Cakrim, Kepala Desa Sumur Kondang, Heriyanto, meambahkan untuk bisa mendorong agar Gubernur Jabar mencairkan dana bantuan desa tersebut, Kepala Desa se-Jawa Barat melakukan aksi terlebih dahulu ke Bandung.

Namun, untuk dana fortuner, sepertinya Gubernur lebih luwes dibandingkan dengan dana bantuan desa yang dirancangnya sendiri.

“Kuwu (kepala desa) se-Cirebon sampai melakukan aksi ke Bandung, agar dana bantuan desa tersebut bisa dicairkan, sampai akhirnya, Gubernur bersedia mencairkan setengahnya dan sisanya digabungkan dengan dana bantuan desa tahun selanjutnya,” tambahnya.(antara)

Comments
Loading...

Terpopuler

To Top