Loading...
Kemanusiaan & Donor

Cowok Keren Yatim Piatu Ini, Tinggalkan Kuliah di ITB Demi Menghidupi 9 Adiknya

Foto: screenshoot jpnn.com


kabarin.co – Belajar memaknai hidup dari seorang cowok keren bernama ISHAK pemuda yatim piatu punya adik 9 orang yang alhamdulillah semua adiknya sekolah, hanya ISHAK sendiri yang harus putus sekolah.

Peraih beasiswa bidik misi ini terpaksa berhenti kuliah karena kondisi orang tuanya pada waktu itu sedang kritis ibunya yang terkena kista dan tumor meninggal disusul ayahnyapun meninggal tidak berselang lama karena terkena Tuber colosis.

Cowok Keren Yatim Piatu Ini, Tinggalkan Kuliah di ITB Demi Menghidupi 9 Adiknya

Tiga pekan ayahnya meninggal menuntutnya harus menjadi kepala keluarga bagi ke 9 adiknya yang masih sekolah.

Adiknya yang masih bayi kadang membuatnya tidak bisa lama meninggalkan rumah hanya untuk membuat gula merah sebagai penopang hidupnya.

Lelaki asal Aribang, Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat ini rela meninggalkan kuliahnya demi menghidupi sembilan adiknya.

Muh Izhak (22) dan semua adiknya, kini yatim-piatu. Kisah hidupnya mendadak viral di media sosial. Andi Syura Muhlis yang mengunggahnya, Rabu, 13 Desember. Hingga saat ini sudah dibagikan 2.209 kali.

Syura Muhlis mengunggah satu video dan empat foto pemuda tersebut. Izhak memangku adiknya yang bungsu. Menurut Syura, Izhak terpaksa putus kuliah.

Meskipun meraih beasiswa bidikmisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Izhak terpaksa memutuskan berhenti kuliah. Kala itu, ia harus pulang ke Polman. Ia mendapatkan kabar bahwa ibunya, Samiah, terbaring sakit. Ia pun memutuskan pulang untuk merawat orang tuanya itu.

Namun, Tuhan menakdirkan berbeda. Ibunya meninggal pada 13 Februari 2017, karena penyakit tumor yang dideritanya. Tak sampai di situ, ayah Izhak, Ilyas, juga berpulang pada 22 November 2017 lalu.

Kini setelah ditinggal kedua orang tuanya, sebagai anak sulung, Izhak-lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Akan tetapi, untuk mencari nafkah, Izhak terbatas. Adik bungsunya, Muh Khaerul, baru berumur satu tahun tujuh bulan. Izhak-lah yang menjaga adiknya itu.









loading...

Ditambah lagi, harus mengurusi tujuh adiknya masih sekolah. Untungnya ada adik keduanya, Aslan (19). Lewat Aslan, kebutuhan sehari-hari dari hasil menyadap enau untuk membuat gula merah menjadi tumpuan hidupnya.

Izhak mengatakan kisahnya boleh saja ditulis. Saat dikonfirmasi, Izhak membetulkan penulisan namanya bukan Ishak, tapi Muh Izhak.

“Boleh saja. Tapi jangan ditambah-tambah, kalau saya tidak terima bantuan pemerintah. Soalnya saya tetap terima bantuan dari pemerintah, ada Program Keluarga Harapan (PHK). Adik-adik saya sekolah juga terima dari program pemerintah Kartu Indonesia Pintar (KIP),” ujarnya.

Izhak menambahkan, dia memang menerima beasiswa bidik misi tahun 2013. Mengambil studi di Teknik Kimia IPB. Namun, kandas di tengah jalan karena tanggung jawab. “Saya sudah mundur, hampir dua tahun lalu, pada 2016 lalu,” jelasnya.

Alumnus SMAN 3 Polewali ini menyebutkan, untuk sehari-harinya harus mengandalkan penghasilan dari gula merah yang dikerjakan adik keduanya, Aslan.

“Aslan putus sekolah, semenjak kelas 4 SD. Sekarang usianya 18-19 tahun. Dan untuk penghasilan dari gula merah itu cukup,” paparnya.

Untuk adiknya yang lain, semuanya masih sekolah. Ia juga masih memikirkan untuk mencari pekerjaan tambahan. Ia masih punya beban membiayai tujuh adik-adiknya.

“Ada yang kuliah satu orang di STAIN Parepare. Dan lainnya ada yang duduk di TK, SD, MTs,” ungkap pria kelahiran 1995 ini.

Izhak juga berharap, kelak bisa kembali melanjutkan kuliah. Hanya saja, harus ada yang menjaga adiknya yang bungsu.

“Kalau adik saya ada yang jaga, maka saya lanjutkan kuliah. Tapi itu nanti kita lihat. Yah, palingan kuliah di universitas swasta di Polman. Saat ini masih pertimbangan,” paparnya. Saat ini muncul gerakan donasi di kitabisa.com, “usaha ternak penggemukan kambing untuk Ishak”.(*/jpnn)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top