Loading...
Politik

Caleg Baru Harus Optimis, Peluang Untuk Menang Besar



kabarin.co – Calon anggota legislatif (caleg) pendatang baru memiliki kesempatan menang atau terpilih lebih besar dari caleg petahana  (incumbent). Ini karena masyarakat sudah tidak lagi percaya dengan kinerja anggota parlemen incumbent yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2019.

Menurut Direktur Indopolling Wempy Hadir, banyak caleg baru yang memiliki potensi tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Caleg baru, kata dia, harus meninggalkan model kampanye pengumpulan serta pengerahan massa dan memilih untuk lebih fokus ke kampanye ‘door to door’ yang dinilai bagus untuk pemenangan.

Caleg Baru Harus Optimis, Peluang Untuk Menang Besar

Cara ini efektif untuk menarik calon pemilih yang masih bimbang atau bahkan belum tahu harus memilih siapa. Karena caleg baru tidak memiliki sumber daya atau pendanaan logistik yang mumpuni seperti halnya caleg incumbent. Diperparah jika caleg baru tidak memahami isu di dapilnya.

“Yang terjadi selama ini caleg baru sporadis melakukan kampanye tetapi tidak memiliki strategi kampanye,” ujar Wempy dalam diskusi di Jakarta, Kamis (31/1).

Caleg pendatang baru juga harus optimis menatap peluang. Menurut dia, peluang bagi caleg-caleg baru untuk melenggang ke parlemen cukup besar jika melihat fakta di Pileg 2014 sekitar 56 persen caleg pendatang baru menang.

“Kuncinya adalah pendekatan door to door tadi,” tegas Wempy.

Sekitar 70 hari menjelang pemilihan caleg-caleg tersebut harus menghitung peta suara dengan cermat. Berapa ribu kepala keluarga yang harus didatangi, berapa kelurahan harus ditemui hingga berapa daerah yang ditargetkan untuk mendulang suara.

“Misalkan jika seorang caleg butuh 100 ribu suara, maka harus ditargetkan suara lebih misalnya 120 ribu. Ini harus dihitung karena pasti berhubungan dengan logistik kemudian persaingan dengan inkumben,” ujarnya.

Caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil Lampung I, Brigitta Manohara mengungkapkan, bahwa sebagai caleg pendatang baru ia tidak menawarkan ‘buah tangan’ secara fisik melainkan memberi investasi yang beda terhadap petahana bagi pemilih di dapilnya.

Investasi yang dimaksud, kata dia, menambah ilmu bagi masyarakat. Misalnya ia memberikan pelatihan jurnalistik bagi pemilih muda di dapilnya. Brigita mengawal sendiri pemilih muda tersebut melangkah tahap demi tahap.









loading...

“Low cost, high value, artinya anak muda selain dapat ilmu juga dapat pengalaman baru,” kata mantan presenter TV One tersebut.

Caleg Golkar untuk DPR RI dapil DKI Jakarta II, Christina Aryani mengatakan dirinya punya target terukur dalam meraih suara. Partai Golkar, kata dia, mengutamakan kualitas caleg sehingga tawaran perubahan kepada masyarakat tampak lebih nyata.

Setiap parpol memiliki perhitungannya masing-masing dalam mencapai target raihan suara. Christina menolak mengungkapkan strateginya, tapi ia tetap mengutamakan pendekatan personal.

“Partai Golkar memiliki jaringan. Mulai dari jaringan logistik, jaringan pendukung, jaringan kader hingga jaringan pemilih loyal,” ujarnya. (arn)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top