Loading...
Metro

Buntut Isu Politik Uang Wagub DKI, Rian Ernest PSI Dilaporkan ke Polisi



kabarin.co – Jakarta, Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Taufiqurrahman melaporkan politikus PSI Rian Ernest ke Polda Metro Jaya karena merasa dirugikan atas pernyataan Rian terkait adanya dugaan politik uang pemilihan Wagub DKI.

“Kedatangan saya siang hari ini ke Polda Metro Jaya ingin melaporkan atas apa yang telah terjadi dan saya anggap itu merugikan diri saya dan saya akan melaporkan pada siang hari ini,” kata Taufiqurrahman di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/7).

Buntut Isu Politik Uang Wagub DKI, Rian Ernest PSI Dilaporkan ke Polisi

Taufiqurrahman merasa dirugikan atas pernyataan Rian mengenai dugaan politik uang dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

“Tentang adanya dugaan politik uang pada saat proses pemilihan Wakil Gubernur,” ujarnya.

Dia tak menjelaskan secara detail perihal laporan tersebut. Termasuk barang bukti yang ia sertakan dalam laporan hari ini.

“Lebih lanjut infonya nanti saya ke dalam dulu,” ucap Taufiqurrahman.

Pelaporan ini merupakan buntut dari pernyataan Rian bahwa dirinya mendapat informasi dari dua elite terkait dugaan politik uang.

Rian menyebut ada dugaan sejumlah uang disiapkan untuk anggota DPRD agar mau memenuhi kuorum dalam rapat paripurna DKI yang membahas pemilihan Wagub Jakarta.

Ia juga menyampaikan bahwa satu kursi untuk kuorum bisa dihargai sekitar ratusan juta. Rian pun meminta agar semua pihak turut berhati-hati mengenai rumor tersebut.

“Saya sudah mendengar dari dua elite politik di kesempatan yang berbeda. Artinya ini masih rumor tapi sudah harus jadi perhatian kita semua. Karena kalau sekadar rumor kita tidak bisa pegang, tapi kan ada rumor kalau ada (transaksi) uang,” kata Rian di Kantor DPP PSI, Senin (15/7). (epr/cnn)









loading...

Baca Juga:

PSI Klaim Temukan Modus Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI

Dugaan Politik Uang Pemilihan Wagub DKI, PKS: PSI Cemarkan DPRD

Gerindra dan PKS Sepakat Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu Jadi Cawagub DKI

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top