Loading...
KabarSport

Bungkam Bhayangkara SU, Semen Padang Masih Sempurna di Kandang

Riko Simanjuntak, kembali tampil memukau saat Semen Padang membekap Bhayangkara Surabaya United 2-1, Jumat petang di Stadion H. Agus Salim, Padang. (foto: GTS)



Kabarin.co – Semen Padang FC berhasil memperpanjang rekor kemenangan di kandang, setelah menggasak tamunya Bhayangkara Surabaya United 2-1, Jumat (12/8) petang di Stadion. H. Agus Salim Padang. Kemenangan kandang kedelapan Kabau Sirah, dalam gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Dengan demikian, Semen Padang menutup laga kandang putran pertama dengan hasil sempurna, menyapu bersih semua laga kandang. Adalah Marcel Sacramento dan Irsyad Maulana yang menjadi aktor kemenangan kali ini, masing-masing mencetak satu gol.

Kemenangan ini membuat Semen Padang mengantongi nilai 26 dari 15 laga, sekaligus naik ke posisi empat besar, menggeser Bhayangkara SU. Walau sama-sama mengemas 26 poin, tapi Semen Padang unggul selisih gol.
Kedua tim langsung memainkan tempo cepat, begitu wasit Nuzul Fadillah meniup pluit kick off. Jual beli serangan dan berbagi peluang pun langsung terjadi. Menit ke-7 usaha gelandang BSU Evan Dimas melepaskan tendangan dari luar kotak penalti tak menemui sasaran.

Semenit kemudian dibalas oleh gelandang Semen Padang Rudi dengan upaya serupa, namun juga tak menemui sasaran. Begitupun usaha Marcel Sacramento menit ke-19, tendangannya masih membentur pagar hidup pemain BSU.

Lima menit kemudian, tepatnya menit ke-24, Marcel tak menyia-nyiakan peluang untuk mencatatkan gol kesebalsnya di ISC ini. Marcel berhasil memanfaatkan bola muntah hasil tembakan kencang M. Nur Iskandar. Tanpa kesulitan Marcel menjebol gawang Wahyu Tri Nugroho.

Anak asuh Ibnu Grahan tak tinggal diam setelah tertinggal, dan bisa mengambil kendali permainan. Sebuah upaya Evan Dimas melepaskan tendangan di dalam kotak penalti menit ke-38 masing menyamping gawang Rivki Mokodompit. Sampai jeda, skor 1-0 bertahan.

Mengawali babak kedua diwarnai insiden antara Abdelkbir dan Mekan Nasyrov. Dijatuhkan Mekan, Abdelkabir kemudian membalas menanduk Mekan. Beruntung, dia hanya dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Tapi setealh itu, Abdelkadir ditarik keluar digantikan Zulfiandi.

Semen Padang kembali mendominasi permainan, terutama lewat aksi-aksi Riko Simanjuntak yang kerap merepotkan pertahanan BSU yang dikoordinir Otavio Dutra. Begitupun tusukan Irsyad Maulana dan M. Nur Iskandar.

Menit ke-59, Semen Padang memperbesar keunggulan melalui Irsyad Maulana, yang sukses menuntaskan umpan tarik dari Nur Iskandar dengan sempurna. Sang winger melepaskan tembakan first time ke pojok kanan gawang Wahyu. Semen Padang menjauh. 2-0!.

Namun, pada menit Bhayangkara berhasil mencetak gol balasan untuk memperkecil kedudukan. Gol ini tak terlepas dari blunder kiper Rivki Mokodompit yang gagal melakukan clearance dengan sempurna di depan kotak penalti, Thiago Furtuaso berhasil mencuri bola dan melepaskan tembakan ke gawang yang sudah melompong. 2-1!








loading...

Bersamaan dengan itu, Rivki langsung ditarik digantikan oleh Jandia Eka Putra, karena efek benturan dengan Furtuaso membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan. Bhayangkara pun memforsir serangan.

Menit ke-88 Bhayangkara berpeluang menyamakan skor. Sayang, Wahyu gagal melepas umpan tarik ke kotak penalti, di mana Evan sudah menanti. Pertahanan Semen Padang berhasil melakukan intersepsi.

Dalam kondisi itu, Semen Padang mulai memperlambat tempo permainan, walau sesekali tetap melakukan serangan balik. Sampai 90 menit berakhir, ada tambahan waktu enam menit, karena waktu tersita saat Rivki Mokodompit mendapat perawatan.

Diu masa injury time tersebut, Riko Simanjuntak menyia-nyiakan peluang emas. Meski sudah berhasil melewati hadangan kiper Wahyu Tri, namun tembakan sang winger lincah itu tak akurat dan lemah, sehingga bola melenceng ke sisi kiri gawang.

Pelatih Nilmaizar seolah tak percaya melihat Riko gagal memanfaatkan peluang berkadar emas berlian itu. Andai saja Bhayangkara mampu memaksakan hasil imbang, maka sang winger bakal menjadi “kambing hitam” penonton karena gagal mengunci kemenangan Kabau Sirah.

Beruntung, sampai wasit meniup pluit panjang, Bhayangkara tak kunjung berhasil mencetak gol penyama. Semen Padang pun membungkus tiga angka penting itu. (RMO)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top