Loading...
KabarEkonomi

BPS: Beras dan Rokok Penyumbang Garis Kemiskinan di 2016



kabarin.co – Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka penduduk miskin per September 2016. Berdasarkan catatan BPS, angka penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan sebesar 250 ribu jiwa menjadi 27,76 juta penduduk.

Kepala BPS Suharyanto menuturkan, peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2016 tercatat sebesar 73,19%. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2016 yaitu sebesar 73,5%.

“Jenis komoditi makanan yang berpengaruh terbesar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan,” ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (3/12/2017).

Pada kelompok bahan makanan, beras dan rokok menjadi penyumbang terbesar pada tingkat garis kemiskinan. Hal ini terjadi di perkotaan dan perdesaan.

Mengutip data BPS, berikut ini daftar komoditas yang memberi sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan beserta persentase kontribusinya:

A. Perkotaan (andil kelompok bahan makanan sebesar 69,84%)

1. Beras: 18,31%

2. Rokok: 10,7%

3. Daging Sapi: 4,98%









loading...

4. Telur Ayam Ras: 3,18%

5. Daging Ayam Ras: 3,1%

6. Mi Instan: 2,43%

7. Gula Pasir: 2,02%

8. Bawang Merah: 1,77%

9. Tempe: 1,62%

10. Tahu: 1,57%

11. Makanan lainnya: 20,16%

B. Perdesaan (andil kelompok bahan makanan sebesar 77,06%)

1. Beras: 25,35%

2. Rokok: 10,7%

3. Daging Sapi: 3,47%

4. Gula Pasir: 3,01%

5. Telur Ayam Ras: 2,76%

6. Mi Instan: 2,28%

7. Daging Ayam Ras: 2,19%

8. Bawang Merah: 2,1%

9. Kopi Bubuk dan Kopi Instan: 1,58%

10. Tempe: 1,53%

11. Makanan Lainnya: 22,09%. (oke)

Baca Juga:

Pedasnya Harga Cabai Merah Sumbang Inflasi November 2016

Buruh Kecewa Keputusan UMP Hanya Naik 8,25%

Indonesia Impor Limbah Makanan Senilai Rp 27,48 Triliun

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top