Loading...
Kriminal

Belum Usai Kasus Yuyun, Sekarang Dua Remaja Putri Diperkosa 6 Orang

Belum usai heboh pemerkosaan anak di bawah umur, Yy, di Bengkulu, kasus serupa menimpa dua anak perempuan penghuni panti sosial di Yogyakarta




kabarin.co – Sleman,  Belum usai heboh pemerkosaan anak di bawah umur, Yy, di Bengkulu, kasus serupa menimpa dua anak perempuan penghuni panti sosial di Yogyakarta. Lima terduga pelaku sudah diringkus polisi, sedangkan seorang lainnya menjadi buron. Kepolisian sudah menjadikan mereka sebagai tersangka.

“Tiga di antaranya masih di bawah umur,” kata Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Yuliyanto, kemarin.

Belum Usai Kasus Yuyun, Sekarang Dua Remaja Putri Diperkosa 6 Orang

Bahkan salah seorang tersangka, Bambang Eko, adalah guru olahraga di Sekolah Dasar Cangkringan. Sedangkan tiga tersangka yang masih di bawah umur adalah S, 16 tahun, serta A dan W, 17 tahun.

Dua korban, L, 15 tahun; dan Z, 14 tahun, tinggal di Panti Sosial Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Keduanya berkenalan dengan salah seorang tersangka yang kemudian mengajak mereka ke rumah nenek tersangka pada 6 April lalu di Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

Tersangka lain datang dan mencekoki kedua korban dengan minuman keras. Saat keduanya mabuk, mereka menggagahi dua anak perempuan itu secara bergantian. Kedua korban kembali diperkosa oleh pelaku yang sama di rumah yang sama pada 11 April lalu. Namun Bambang Eko mengaku hanya sekali mencabuli kedua korban. “Saya hanya melakukan sekali,” ujar Bambang kepada polisi.

Pemerkosaan ini dilaporkan penduduk kepada kepolisian, kemudian polisi meringkus lima tersangka pada 27 April lalu. Dua tersangka dewasa ditahan di Markas Kepolisian Resor Sleman. Sedangkan tiga tersangka yang masih di bawah umur dititipkan di Panti Bina Remaja Sleman.

Adapun di Jawa Tengah, dalam kurun setahun, 21 perempuan tewas karena menjadi korban kekerasan. Angka ini berdasarkan hasil pemantauan Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Jawa Tengah selama periode November 2014-Oktober 2015. “Perempuan yang menjadi korban 1.227 orang,” tutur Witi Muntari, Kepala Divisi Monitoring, Informasi, dan Dokumentasi LRC-KJHAM, di Semarang kemarin. (tem)

Bagaimana pendapat anda?

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...

Terpopuler


To Top