Loading...
Daerah

Bejat! Guru Agama di Tenggarong Cabuli 7 Siswanya di Musala



kabarin.co -Kutai Kertanegara, Seorang oknum guru agama di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan  Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara tega mencabuli siswanya di tempat ibadah (musala)

Pelaku melakukan aksi bejat kepada tujuh siswinya yang berusia  8-10 tahun. Jumlah korban bisa saja bertambah lantaran polisi masih terus melakukan penyelidikan.

Bejat! Guru Agama di Tenggarong Cabuli 7 Siswanya di Musala

ER (49) warga Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda ini, diduga telah menjalankan aksi bejatnya sejak enam bulan lalu. Dalam aksinya, tersangka mengaku tidak sampai menyetubuhi korban tapi hanya menggunakan jari, karena impoten.

Awalnya, SP orangtua korban, KA (9) melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak sekolah. Mereka meminta agar ER dipindahkan dari sekolah dan menuntaskan kasus ini lewat jalur hukum.

Kemudian, kasus ini ditindak lanjuti pihak sekolah dan ER dimutasi ke UPT Disdik. Hanya saja, orangtua korban tak merasa puas lantaran tidak ada hukuman setimpal kepada pelaku, sehingga berlanjut pada laporan ke Mapolsek Tenggarong Seberang pada 15 Desember 2017. “Usai menerima laporan, kita melakukan penyidikan dan mengamankan tersangka,” kata Kapolsek Tenggarong Seberang, AKP Supriyadi didampingi Kanit Reskrim, IPDA Hadi Winarno.

Tersangka diamankan saat berada di kantor UPTD Dinas Pendidikan Tenggarong Seberang pada 20 Desember 2017 sekitar pukul 10.00 Wita.

Adapun modus yang dilakukan pelaku dalam melakukan aksinya yakni meyuruh beberapa muridnya untuk membersihkan musala,  termasuk korban KA. Pelaku mengajak korban untuk masuk ke dalam musala, sedangkan teman lainnya diperintahkan untuk membersihkan bagian luar musala.

Kemudian mengajak korban ke pojok musala dan langsung memegang kedua tangan korban dan menciumi bagian bibir korban. Pelaku juga meremas payudara korban serta meraba dan memasukkan jari pelaku ke kemaluan korban.

Tapi, pelaku hanya bisa melakukan aksi cabul saja lantaran tak bisa ereksi secara sempurna lantaran diduga impoten.  Pelaku mengancam korban untuk tidak mengatakan kepada siapapun termasuk kepada orang tuanya. Jika korban melapor maka nilai di raport akan diberi rendah, korban juga diberi uang oleh pelaku dengan alasan untuk membeli minuman setelah selesai membersihkan musala.

Sesampainya di rumah usai pulang sekolah, korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya, sehingga membuat orang tua korban keberatan kemudian melaporkannya kepada pihak sekolah.









loading...

Pelaku dijerat dengan Pasal 76-e Jo Pasal 82 ayat (1), ayat (2) UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak Jo Pasal 63 KUHP.

Kepada polisi, ER mengaku melakukan pencabulan lantaran hasrat seksualnya tidak terpenuhi kendati sudah memiliki istri dan empat anak. “Ketika mau bersetubuh, selalu loyo. Makanya coba-coba di sekolah pada anak didiknya,” ungkap Hadi. (epr/oke)

Baca Juga:

Cabuli Siswinya yang Berusia 7 Tahun, Guru Bimbel di Jaktim Ditangkap

Miris! Siswa SMA Tega Cabuli Bocah Berusia 4 Tahun

Bejat! Seorang Pemuda Nekat Cabuli Siswi SMA di Kamar Mandi Masjid

Gila! Guru Agama Ini Cabuli Siswinya Di UKS, Dipaksa Begitu Lagi!

Biadab! Tak Puas ML dengan Istri, Pria Ini Juga Cabuli 2 Anaknya

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top