Loading...
Kriminal

Bayi Calista Meninggal, Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihukum Seberat-beratnya

Ketua Advokasi Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (GEMPARI), Apri Enrico Simanjuntak, menegaskan bahwa pelaku kekerasan anak harus di hukum berat.

cp: koleksi pribadi

kabarin.co – Ketua Advokasi Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (GEMPARI), Apri Enrico Simanjuntak, menegaskan bahwa pelaku kekerasan anak harus di hukum berat.

Apri menyikapi kasus kekerasan terhadap anak yang menyebabkan seorang bayi bernama Calista meninggal dunia di RSUD Karawang, Jawa Barat, Minggu (25/3).

Berdasarkan informasi dari Humas RSUD Karawang, Calista dikabarkan meninggal dunia pada pukul 09.55 WIB karena kondisinya semakin memburuk.

Bayi Calista Meninggal, Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihukum Seberat-beratnya

Anak, kata Apri, adalah pemberian Tuhan yang seharusnya dibesarkan dan dirawat oleh orang tua. Banyak orang tua yang sudah menikah mengharapkan diberikan keturunan/anak agar kehidupan keluarganya bahagia dan harmonis. Ada juga orang tua yang sudah menikah tapi belum diberikan keturunan/anak.

Baca Juga  KPK: Kasus Teman Ahok, Surat Penyelidikan Diteken Besok

“Seharusnya orang tua yang dikaruniai anak harus disyukuri, dijaga, dirawat dan dibesarkan dengan baik agar kelak menjadi anak yang berbakti pada orang tua dan berguna bagi masyarakat,” kata Apri di Jakarta, Minggu (25/3).

GEMPARI menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya bayi Calista. Sang terduga pelaku yang merupakan Ibu kandungnya layak dihukum seberat-beratnya.

Baca Juga  Jadi Kurir Sabu, Oknum PNS Kemenag Dibekuk Polisi

“Karena yang bersangkutan tega menganiaya anak kandung/bayinya sendiri hingga meninggal dunia.”

Ibu kandung/orang tua Calista, Apri menjelaskan, bisa dijerat hukum lex specialis berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak yang melindungi Anak dibawah umur terhadap Tindak Pidana Anak.

Sebagaimana tertulis dalam pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun ditambah sepertiga karena pelaku adalah Ibu kandungnya. (arn)

Baca Juga  KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan di Jakarta, Padang dan Medan

“Apapun alasannya, seorang Anak tidak boleh dianiaya ataupun sampai dibunuh apalagi oleh orang tuanya. Menganiaya anak sampai meninggal dilarang oleh hukum dan pelakunya dapat dihukum seberat-beratnya.”

Baca Juga:

Komnas Azriana : Pemprov Papua Harus Hentikan Kekerasan Anak

Tahun Ini. Puluhan Kasus Kekerasan Seks Terhadap Anak Terjadi Di Sukabumi

Wakil KKR Aceh : Politik Kekerasan Dibiarkan, Anak Yatim Bertambah, Ibu Kehilangan Anak

Loading...

Terpopuler

To Top