Loading...
Nasional

Bawaslu: Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno Tak Terbukti



kabarin.co – Jakarta, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan bahwa dugaan mahar politik bakal calon Wakil Presiden tidak terbukti. Sebelumnya, BAwaslu menerima laporan adanya dugaan dugaan pemberian mahar politik dari Sandiaga ke Partai PAN dan PKS untuk bisa menjadi calon presiden mendampingi Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019.

“Tidak ditemukan jenis dugaan pelanggaran pemilu yang dilanggar oleh terlapor,” ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Agustus 2018.

Bawaslu: Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno Tak Terbukti

Sebelumnya, Federasi Indonesia Bersatu melaporkan dugaan mahar politik Sandiaga Uno ke Bawaslu pada 14 Agustus 2018. Mereka menilai Bawaslu perlu menindaklanjuti dugaan tersebut. Pasalnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief berulang kali menyebutkan Sandiaga memberi mahar politik ke PAN dan PKS. Menurut mereka, cuitan Andi Arief di Twitter dapat dijadikan bukti yang kredibel.

Abhan menerangkan, alasan dihentikannya kasus dugaan mahar politik Sandiaga ini adalah tidak ditemukan bukti yang kuat. Pelapor dan saksi, kata dia, tidak mendengar atau melihat secara langsung peristiwa pemberian mahar politik tersebut. “Melainkan mendengar dari keterangan pihak lain, sehingga tidak memiliki kekuatan dalam pembuktian,” ujarnya.

Menurutnya, Bawaslu juga tidak mendapat keterangan langsung  dari Andi Arief sebagai orang pertama yang menyebutkan dugaan mahar politik tersebut. Andi tak memenuhi tiga kali undangan pemanggilan dari Bawaslu. “Ketidakhadiran Andi Arief menjadikan laporan yang dilaporkan tidak mendapatkan kejelasan,” katanya.

Padahal, Abhan menuturkan, pemeriksaan Andi Arief diperlukan untuk memberikan keterangan terhadap bukti-bukti berupa kliping, screenshot, dan video yang dibawa pelapor. Tak adanya keterangan Andi, ucap dia, membuat bukti-bukti tersebut juga dikesampingkan.

Sandiaga Uno sebelumnya dituding Andi Arief menjanjikan masing-masing Rp 500 miliar kepada PKS dan PAN. Andi menyebut Sandi memberikan uang itu agar kedua partai membolehkannya maju sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto.

Adapun, Sandiaga Uno juga sudah mengklarifikasi dugaan pemberian mahar politik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menyampaikan bantahannya kepada Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Cahya Hardianto Harefa. “Tadi saya sampaikan kepada Pak Cahya bahwa saya membantah dan menyatakan itu tidak benar,” kata dia di Gedung KPK beberapa waktu lalu. (epr/tem)

Baca Juga:

PDIP Kritik Mahar Politik, Gerindra: Rp1 Triliun Kecil, Mungkin Jokowi Lebih Besar









loading...

Bawaslu Diminta Usut Dugaan Mahar Rp 500 Miliar

Andi Arief: Sandi Akui Soal Rp 500 Miliar, PKS dan PAN Tak Perlu Minta Maaf

Demokrat: Sandiaga Bayar PAN-PKS Rp 500 M untuk Jadi Cawapres Prabowo

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top