Loading...
Nasional

Bahrun Naim si Pengikut ISIS Sulit Ditangkap, Ini Alasan Polisi

Bahrun Naim mulai ngetop sejak serangan teror di pusat kota Jakarta, bom Thamrin, Januari 2016. Bahrun dituding polisi sebagai dalang insiden mematikan itu.

Bahrun Naim


kabarin.co, JAKARTA-Nama Bahrun Naim mulai ngetop sejak serangan teror di pusat kota Jakarta, bom Thamrin, Januari 2016. Bahrun dituding polisi sebagai dalang insiden yang menewaskan delapan orang itu. Ia diyakini menjadi penyuplai dana untuk para pelaku.

Setelah kejadian itu, nama Bahrun Naim selalu disebut sebagai otak aksi teror. Terbaru saat polisi menyebut Bahrun adalah perekrut, instruktur sekaligus penyuplai dana bagi jaringan teroris Bekasi yang berencana meledakan bom bunuh diri di Istana.

Semua dilakukan Bahrun dari Suriah. Menggunakan teknologi digital, Bahrun merekrut orang, mengajari cara membuat bom dan mengirimkan duit untuk operasi teror. Meski namanya selalu disebut, namun polisi seperti tak tahu harus berbuat apa terhadapnya karena keberadaanya di luar negeri.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengakui ada hambatan untuk menangkap teroris asal Indonesia, Bahrun Naim. Kendati demikian, Polri tetap mengintensifkan pencarian dengan melakukan bekerjasama dengan negara-negara terkait.

Salah satu hambatannya adalah konflik yang terjadi di Irak dan Suriah saat ini. Menurutnya, situasi itu menyulitkan Polri untuk meminta bantuan kepada otoritas keamanan setempat menangkap Bahrun Naim.

Suriah dan Irak sendiri tentu saat ini sedang sibuk mengatasi wilayah pendudukan dari kelompok-kelompok ISIS. Maka tentu menjadi kendala yang besar bagi kami, apalagi memohon perbantuan penangkapan di tempat yang bergejolak seperti saat ini terjadi,” kata Boy, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Apalagi kelompok ISIS dan milisi pemberontak di Suriah, seperti dituduhkan oleh pemerintah Turki dan Rusia, mendapat support dari koalisi pimpinan Amerika yang beroperasi di sana sehingga kondisi kedua negara tersebut kian bergejolak.

Baca: Istanbul dan Moscow: Amerika di Balik ISIS dan Kelompok Pemberontak di Suriah

Selanjutnya Boy mengatakan Polri juga tak bisa begitu saja menangkap warga negara Indonesia yang terjerat kasus hukum di negara lain. Sebab, masing-masing negara memiliki kedaulatan hukum yang harus dihormati.

Selain itu di masing-masing negara ada kedaulatan hukum sendiri-sendiri sehingga mau tak mau Polri lebih mengandalkan kepada kerja sama antara negara. Baik melalui jalur interpol maupun antarpemerintah.









loading...

Namun demikian pihaknya masih melakukan kerja sama dengan negara-negara terkait untuk mempelajari jaringan komunikasi yang mereka lakukan dengan sel-selnya. Upaya tersebut diintensifkan di tempat yang dicurigai sebagai persembunyian Bahrun Naim.

“Kerja sama dengan negara yang dimaksud ini tidak mudah. Tapi yang jelas bagaimana mereka berkomunikasi dengan Indonesia, termasuk yang kembali dari sana terus kita pantau,” kata Boy. (mfs)

Baca juga:

Petani Ditangkap Densus 88 Karena Ikut Jaringan Bahrun Naim

Kelompok Asal Pelaku Bom Bunuh Diri di Solo Terkait Jaringan Bahrun Naim

Kepala Biro Penerangan Rikwanto : Teroris Purwakarta adalah Anggota Afiliasi ISIS

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top