Loading...
Wirausaha

Anggota DPR Minta Pemerintah Panggil Produsen Snack “Bikini”

Pemerintah diminta segera memanggil produsen mie instan dengan kemasan pornografi bermerek Bikini. Anggota DPR dari Fraksi PAN Saleh Partoanan Daulay mengatakan sebagai produk komersil




kabarin.co – JAKARTA, Pemerintah diminta segera memanggil produsen mie instan dengan kemasan pornografi bermerek Bikini. Anggota DPR dari Fraksi PAN Saleh Partoanan Daulay mengatakan sebagai produk komersil, mie instan tersebut akan dipasarkan di masyarakat luas. Dikhawatirkan, kemasan produk itu dapat menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

“Hampir semua orang menyenangi mie instan. Terutama anak-anak. Kemasan seperti itu tentu sangat tidak mendidik,” kata Saleh, Kamis, (4/8).

Dalam konteks perlindungan sosial, tambahnya, pemerintah seharusnya peka terhadap masalah seperti ini. Apalagi, isu ini telah mencuat di media sosial. Bahkan, sebagian penggunaan media sosial telah menyampaikan kegelisahannya.

Saleh mengatakan dalam menindaklanjuti masalah ini, pemerintah perlu perlu mempertanyakan motif penggunaan gambar seperti itu. Kalau alasannya untuk menarik perhatian, lanjut Saleh tentu cara itu tidak tepat.

Ia menambahkan masih banyak gambar lain yang bisa menarik perhatian orang lain tanpa melanggar norma adat dan kesusilaan. “Jika motifnya adalah untuk menimbulkan keresahan, pemerintah tentu memiliki kewenangan  untuk menarik izinnya,” tambahnya.

Saleh mengatakan karena di dalam kemasannya juga tercantum label halal, MUI diminta untuk juga ikut memeriksa kembali kehalalan produk itu. Menurutnya tentu tidak sinkron jika produk halal dibalut dengan kemasan tidak senonoh seperti itu.

“Kalau ada kesalahan dalam penggunaan label halal, MUI diharapkan dapat mencabut kembali sertifikat halal yang telah mereka berikan,” katanya. (rep)

Baca Juga:

“Primbon” Permudah Urus IMB di Semarang

Wacana Harga Rokok Diatas Rp50 Ribu/Bungkus, Kabar Buruk untuk Para “Ahli Hisap”








loading...

Ingin Kaya? Hindari 4 Hal yang Membuat Anda Susah Kaya Ini!

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top