Loading...
Nasional

Anas Urbaningrum, Setya Novanto dan Ade Komarudin Jadi Saksi di Sidang e-KTP



kabarin.co – Sidang kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis eletronik (e-KTP) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto kembali digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Dalam sidang kali ini, Kamis 6 April 2017 jaksa KPK akan menghadirkan delapan orang saksi.

Dari delapan orang saksi yang akan dihadirkan tiga di antaranya adalah mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Ketua DPR RI Setya Novanto, dan mantan Ketua DPR Ade Komarudin.

Anas Ubaningrum, Setya Novanto dan Ade Komarudin Jadi Saksi di Sidang e-KTP

Ketiga nama yang akan bersaksi dalam persidangan tersebut sebelumnya sempat disebut dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Dalam dakwaan, Anas dan Setya Novanto diduga merupakan otak dari pembagian jatah uang korupsi.

Setya Novanto bersama tersangka e-KTP, Andi Narogong, disebut menerima uang sebesar Rp574.2 miliar atau sebesar 11 persen dari dana proyek pengadaan e-KTP yang berjumlah Rp5,9 triliun. Sementara Anas Urbaningrum dan M Nazaruddin mendapatkan sebesar 11 persen atau Rp 572,2 miliar.

Sedangkan untuk Ade Komarudin disebut dalam dakwaan ikut menerima jatah proyek e-KTP sebesar US$100 ribu. Uang tersebut berasal dari terdakwa Irwan, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipel Kemendagri.

Dalam beberapa kesempatan, Jaksa Penuntut Umum KPK, Irene Putrie memastikan, bahwa nama-nama yang disebut dalam surat dakwaan terlibat dalam perkara dugaan korupsi e-KTP. KPK bahkan telah mempunyai bukti permulaan untuk mencantumkan nama-nama tersebut dalam surat dakwaan.

“Iya pasti. Setiap kalimat dalam surat dakwaan kita sudah konfirmasi dengan minimal dua alat bukti. Kalau ada pihak yang membantah silahkan, tapi kita punya dua alat bukti,” kata Jaksa KPK, Irene Putrie di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Tak hanya itu, sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa dalam persidangan kasus e-KTP adalah Anang, Achmad Fauzi, Dudy Susanto, Evi Andi Noor Halim dan Markus Nari.

Dalam perkara ini, terdakwa Irman dan Sugiharto didakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain terkait dengan proyek paket pengadaan e-KTP. Negara menderita kerugian Rp2,3 triliun dari nilai proyek e-KTP Rp5,9 triliun, yang bersumber dari APBN 2011-2012. (epr/viv)

Baca Juga: 









loading...

Sidang e-KTP, Miryam S Haryani Mengaku Diancam

M.Nazarudin Jadi Saksi Sidang Korupsi e-KTP

Jelang Sidang Kasus Korupsi e-KTP, Fraksi Golkar Gelar Rapat Mendadak

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top