Loading...
Nasional

AM Fatwa: Selesaikan Kasus Dugaan Makar Para Aktivis secara Politis

Andi Mappetahang Fatwa atau akrab dipanggil A.M. Fatwa meminta agar pemerintah tidak menggunakan jalur hukum tapi tempuh jalur politis.

AM Fatwa



kabarin.co, JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah Andi Mappetahang Fatwa atau akrab dipanggil AM Fatwa meminta agar pemerintah tidak menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah dugaan makar yang dilakukan Sri Bintang Pamungkas dan kawan-kawan.

Fatwa menyarankan pemerintah menempuh jalur politik untuk menyelesaikan dugaan makar itu. Karena menurutnya penyelesaian di jalur hukum bisa berlangsung cukup panjang dan memperburuk citra Indonesia di mata dunia internasional.

Ia mencontohkan ada media di luar negeri yang membuat berita yang isinya menyatakan putri pendiri bangsa ditangkap oleh penguasa. Putri pendiri yang dimaksud adalah Rachmawati Soekarnoputri. Adapun penguasa yang dimaksud adalah pemerintahan Joko Widodo yang diusung PDI Perjuangan.

“Soal dugaan makar ini selesaikan saja secara politis,” katanya di sela-sela menghadiri ujian promosi doktoral politikus PDI Perjuangan Ahmad Basarah di Universitas Diponegoro Semarang, Sabtu, 10 Desember 2016.

“Demi keutuhan negara, dugaan makar sebaiknya diselesaikan secara politik. Tidak semua pelanggaran pidana diselesaikan secara hukum, tapi bisa melalui politik,” kata Fatwa di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/12/2016).

Mantan Wakil Ketua DPR ini tak mempermasalahkan jika para pelaku dugaan makar tetap menjalani pemeriksaan. Tapi pemeriksaan itu tak usah dilanjutkan ke proses hukum.

Kritik yang disampaikan ada benarnya
“Kritik yang disampakan yang dituduh pelaku itu juga mempunyai aspek nilai kebenaran. Karena itu, saya ingin sarankan pada pemerintah supaya (kasus makar) diselesaikan secara politik saja,” ujarnya lagi.

Penyelesaian lewat jalur politik, lanjut dia, banyak contohnya, serta bisa menyelesaikan persoalan secara cepat. Fatwa berharap, kasus dugaan makar bisa diredam. Apalagi kasus ini sudah sampai ke media luar negeri bahwa putri pendiri bangsa ditangkap oleh pihak penguasa.

Orang-orang yang diduga melakukan makar itu, kata dia, cukup diberi nasihat-nasihat agar tidak mengulanginya. Cara ini lebih praktis dibandingkan dengan proses hukum. Apalagi, beberapa media di luar negeri juga sudah memberitakan masalah ini.

Di era orde baru Fatwa dikenal sebagai aktivis yang sering melayangkan kritik ke pemerintah. Ia pernah menjadi tahanan politik. Dia pernah divonis hukuman 18 tahun dan bebas saat datang era reformasi.








loading...

Para tersangka dugaan upaya makar
Polri menangkap 11 orang sebelum mereka menghadiri doa bersama pada Jumat (2/12/2016) dini hari lalu. Tujuh di antaranya dituding makar. Mereka adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

Dua lainnya, Jamran dan Rizal, diduga menyebarluaskan ujaran kebencian terkait isu suku, agama, dan ras.

Lalu, Sri Bintang Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial.

Sementara pentolan grup band Dewa musikus  Ahmad Dhani, dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo. (mfs)

Baca juga:

Gagal Buktikan Makar, Arief Poyuono : Kapolri Harus Mundur Dari Jabatannya

Kepolisian Polda Metro Menduga Aliran Dana Makar Diberikan Secara Bertahap

Rachmawati Soekarnoputri Bantah Dirinya akan Lakukan Makar

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top