Loading...
KabarUtama

Aktivitas Padat Presiden Jokowi Menjelang Magrib Di Bulan Ramadhan




kabarin.co — Presiden Joko Widodo menjalani Minggu (12/6) petang dengan daftar agenda yang padat. Dalam kurun waktu kurang dari 60 menit, Jokowi harus berada di dua lokasi berbeda di Jakarta, bertemu dengan petinggi negara, baik yang masih aktif maupun telah turun jabatan.

Jelang waktu berbuka puasa, Jokowi memenuhi undangan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical. Keduanya bertemu di Hotel Shangri-La untuk beribadah dan berbuka puasa bersama.

Jokowi mengenakan batik berwarna gelap dan berpeci. Sementara itu, Ical yang berkemeja koko warna putih dan berpeci pula.

Pada pertemuan tersebut, Ical juga mengundang presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden ketiga Bacharuddin Habibie datang belakangan. Jokowi, SBY dan Ical menyambut Habibie dengan jabatan tangan serta kecupan di pipi.

Jokowi dan SBY duduk bersila di atas sajadah yang telah tersedia. Mereka berada di sisi kiri dan kanan Habibie.

Pertemuan tertutup di Shangri-La tersebut tersebut juga dihadiri Ketua Umum Golkar, Setya Novanto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan. Ketua DPR Ade Komarudin juga terlihat di pertemuan itu.

Temani Megawati
Jokowi tidak berlama-lama di Shangri-la. Setelah berbuka puasa di hotel berbintang lima itu, Jokowi bergerak ke kawasan bisnis Jakarta Selatan. Di sana, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa anggota Kabinet Kerja telah menantinya.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pun telah lebih dulu tiba dibandingkan Jokowi. Mereka hadir pada peluncuran buku anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto.

Bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sidarto menyambut kedatangan Jokowi. “Selamat malam,” ucap Jokowi singkat. Mereka kemudian berjalan cepat ke Soehana Hall di Energy Building.Â

Jokowi berada di acara Sidarto tersebut, tidak lebih dari 30 menit. Ia kemudian bergegas pergi dengan pengawalan ketat personel Paspampres.








loading...

Pada pekan pertama Ramadan, Jokowi setidaknya telah menghadiri tiga acara berbuka puasa bersama sejumlah tokoh politik. Selasa (7/6), Jokowi bertamu ke kantor pusat Partai NasDem.

Di dampingi Kalla, Jokowi bertemu dan berbincang dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Jokowi menyatakan, mereka tidak membicarakan politik saat berbuka puasa bersama kala itu.

“Tadi di dalam berbicara masalah mie aceh, martabak medan, dan soto bangkong,” kata dia.

Jokowi ketika berbuka puasa di kantor pusat Partai NasDem, awal pekan lalu. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jokowi ketika berbuka puasa di kantor pusat Partai NasDem, awal pekan lalu. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Sehari setelahnya, Jokowi bertamu ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta. Pertemuan itu dalam rangka haul Taufiq Kiemas, suami dan bekas Ketua MPR yang telah berpulang.

Jokowi berkelakar tentang jumlah anggota Kabinet Kerja yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama saat itu. Ketua Umum NU, Saiq Aqil dan Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nasir, sebelumnya memancing Jokowi untuk berbicara politik.

“Saya jadi ingat reshuffle kalau begini,” ujar Jokowi tersenyum.

Ramadan kerap menjadi momentum silaturahmi para petinggi negara. Hal itu setidaknya diakui Surya. Ia berkata tidak ingin melewatkan Ramadan seorang diri.

Politikus Partai NasDem, Taufik Basari, pun menuturkan hal serupa. Menurutnya, Ramadan dapat menjadi momentum meningkatkan hubungan politik antartokoh nasional.

“Iya, memang bisa dibilang demikian,” ucapnya. (cnn)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top