Loading...
Daerah

Kurang Ajar! Sopir Pribadi Ini Culik dan Gagahi Anak Majikan Lima Kali

foto: ilustrasi (tabloid nova)

kabarin.co – Kelakuan seorang sopir pribadi bernama Ahmad Nurdin, 22, memang sungguh keterlaluan. Tidak hanya nekat membawa kabur anak majikannya sendiri, tapi juga menggagahi “tuan putri” nya itu sebanyak lima kali.

Peristiwa itu bermula pada Senin (8/1) lalu, saat diketahui korban berinisial R, 15, sudah tidak ada di rumahnya yang terletak di Perum Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

”Pelaku dibekuk di Bali saat berada di hotel bersama korban,” terang Kapolsek Pondokgede, Kompol Suwari, Jumat (12/1).

Baca Juga  RI Minta China Dorong Otoritas Hongkong Sita Aset Bank Century

Suwari menambahkan, korban sudah menghilang dari rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB. Begitu juga Ahmad, meninggalkan rumah majikannya.

Namun, peristiwa hilangnya korban bersama sopir pribadi itu setelah muncul data transaksi perbankan dalam ponsel milik orangtua korban berinisial S, 38. Setelah ditelusuri, pelaku ternyata di Bali, Tak lama, kata Suwari, polisi melakukan pengejaran.

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Saat menyetubuhi korban, pelaku mengancam ABG (anak baru gede, Red) tersebut. ”Korban disetubuhi lima kali oleh pelaku saat berada di Bali,” katanya.

Baca Juga  Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi Kunjungi Sekretariat PP Lubuk Kilangan

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondokgede AKP Dimas Satya Wicaksono menambahkan, tersangka selalu mengeluarkan ancaman terhadap korban, makanya R menuruti perintah Nurdi. ”Kepada korbannya, tersangka juga mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya,” kata Dimas.

Kepada polisi, tersangka mengaku menyesal dengan perbuatannya. Dia juga berdalih, tergiur dengan kemolekan tubuh dan wajah korban, makanya nekat membawa kabur R dari rumah.

Baca Juga  Densus 88 Mengamankan 2 Terduga ISIS

Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Pondok Gede. Tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

Adapun barang bukti disita satu unit telepon selular, dua celana dalam milik korban dan tersangka, serta dua kondom.(*/jpg)

Loading...

Terpopuler


To Top