Loading...
Nasional

Ahok Sempat Ditegur Hakim Saat Bacakan Putusan Sela

Ketua Majelis Hakim persidangan dugaan penistaan agama, Dwiarso Budi Santiarto, sempat menegur Ahok dalam persidangan saat tengah membacakan putusan.

Persidangan Ahok



kabarin.co, JAKARTA-Ketua Majelis Hakim persidangan perkara dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Dwiarso Budi Santiarto, sempat menegur Ahok dalam persidangan saat tengah membacakan putusan.

“Saudara, perhatikan ya, tidak perlu dikomentari,” ujar Dwiarso dalam persidangan di Gedung PN Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016).

Dwiarso membacakan empat putusan sela majelis yang menyatakan: pertama keberatan terdakwa Ahok dan penasihat hukumnya tidak dapat diterima, kedua menyatakan sah menurut hukum surat dakwaan penuntut umum sebagai dasar putusan pekara pidana, ketiga, menyatakan untuk melanjutkan pemeriksaan pekara, keempat, menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir.

“Pembacaan putusan selesai, demikian putusan sela yang sudah diucapkan majelis, terhadap putusan ini untuk terdakwa dan penasihat hukumnya bisa mengajukan upaya hukum apabila tidak sependapat dengan majelsis,” kata Dwiarso.

“Untuk upaya hukum tersebut akan kami catat dan kami daftarkan nanti, dan akan kami kirimkan ke pengadilan tinggi apabila terhadap pekara pokok tersebut ada upaya tandingnya. Saya kira sudah jelas, sebagaimana perintah dari pada putusan tersebut maka sidang pekara terdakwa akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” tambah dia.

Empat putusan sela sidang Ahok
Majelis hakim membacakan putusan sela perkara penistaan agama dengan terdakwa gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa.

Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto menyatakan:

Pertama, bahwa keberatan terdakwa dan penasehat hukumnya tidak dapat diterima.

Kedua, hakim menyatakan surat dakwaan penuntut umum sah sebagai dasar tuntutan pekara pidana atas nama terdakwa Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketiga, hakim memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara tersebut dan keempat hakim menyatakan menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir.








loading...

Ahok menjadi terdakwa kasus penistaan agama karena mengutip Alquran Surat Al Maidah 51 dan menyebut adanya orang yang menggunakannya untuk kepentingan tertentu saat berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September. (ant)

Baca juga:

Sidang Ahok akan dilanjutkan di gedung Kementerian Pertanian

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Dilanjutkan Tahun Depan

Majelis Hakim Bergantian Bacakan Putusan Sela di Sidang Lanjutan Ahok

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top