Loading...
Nasional

Ahok Gubernur Psikopat, Jakarta Provinsi Chaos

Sejak berganti Gubernur dari Joko Widodo (Jokowi) ke Basuki Tjahja Purnama alias AHok bak kota horor. Ibukota Indonesia, yang juga Provinsi DKI Jakarta itu dibuat kacau balau oleh AHok

cp: google

kabarin.co – Jakarta, Sejak berganti Gubernur dari Joko Widodo (Jokowi) ke Basuki Tjahja Purnama alias AHok bak kota horor. Ibukota Indonesia, yang juga Provinsi DKI Jakarta itu dibuat kacau balau oleh AHok. Warga diadu domba, rakyat miskin ditindas dan diabaikan, kemanusiaan dinihilkan, hukum dilanggar, kebohongan disebarkan, media dilecehkan, lingkungan dirusak, kesombongan dan keangkuhan dikedepankan. Tak salah kalau bekas Ketua Tim Pemenangan AHok yang didepak – ketika AHok sudah mendapat dukungan dari partai terbanyak kursi di Jakarta PDI Perjuangan- Nusron Purnomo (Wahid) menyebutnya “Gubernur Gila”.

ahok_caci-maki

Maksud Nusron ternyata tidak main-main, ternyata memang, menurut dua dokter di rumah sakit pusat Angkatan Darat (RSPAD), berpangkat Letnan Kolonel dan Kolonel, AHok punya sifat psikopat. Dokter itu  secara terbatas mempublikasikan hasil pemeriksaan saat pencalonan saat AHok berpasangan dengan Jokowi. Namun, sesuai sumpah kedokteran, medical record seseorang tak boleh diberikan kepada orang lain kecuali kepada orang tersebut, keluarga atau kepentingan negara (seperti kepolisian atau badan intelejen negara).

Baca Juga  Wiranto Beri Arahan Seluruh Kapolda Bicara Reformasi Hukum

Lagi pula mana kita dengar, hasil tes kejiwaan calon pejabat diumumkan oleh RSPAD. Padahal misalnya, bertahun-tahun Soeharto diperiksa disana membunuhi dan memenjarakan banyak orang, tak pernah ada hasil bahwa dia seorang psikopat. Padahal ada penelitian tim psikologi dari Universitas Indonesia, yang menemukan kepribadian Soeharto, adalah psikopat. Dosen Filsafat pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Rocky Gerung, juga yakin AHok punya sifat yang serupa dengan Soeharto. “AHok, ini berbahaya buat demokrasi dan berbahaya buat Ahok sendiri, berbahaya untuk pertumbuhan mentalnya,”ujarnya.

ahok-gusur

Mengacu pada referensi akademis, psikopat bermakna sebagai perilaku psikologis pelaku terus menerus mencari pembenaran diri atas tindakan keliru. Seorang psikopat tak mampu mengenali dan belajar dari kesalahan. Karakteristik umum seorang psikopat, antara lain ; sering berbohong (dan menyuruh orang berbohong, lewat buzzer atau media daringnya),  cerita berubah-ubah,  sangat senang dipuji,  tak punya rasa tanggung jawab,  tak pernah merasa bersalah,  tak perduli dengan (keselamatan) orang lain , senang melukai/menyiksa/ menyakiti orang lain dalam bentuk fisik/non-fisik (verbal/nonverbal),  manipulatif (senang memanfaatkan orang lain) dan  tidak mampu memahami pekerjaan struktural /prosedural.

Baca Juga  Prabowo Dilaporkan ke Polisi Terkait Video 'Tampang Boyolali'

Malah kadang-kadang AHok merasa superioritas dan merasa diri nya tuhan. Padahal Lia Eden yang mengaku “malaikat Jibril”, melihat AHok titisan “raja kera”. Semua sebutan di atas, memang dimanifestasikan AHok dalam tindakannya. Dia tidak membangun tapi menghancurkan, mulai dari fisik kota, sampai moral kemanusiaan. Menyebut tai berkali-kali dalam siaran langsung televisi (Kompas TV-program Aiman), saja dinilai banyak para pendidik, merusak dan menjadi contoh yang tak baik dengan anak-anak.

Seorang netizen bernama Oum Awe @awemany, melihat lebih kritis visi dan misi pemerintahan AHok, “kita dan apa yang ada di dalam kota ini bagi AHok cuma barang, etalase.”  Dalam visi misi itu, tertulis : Modern, Rapi dan Manusiawi.  Menempatkan manusiawi di belakang, menunjukkan keterbelakangan AHok. “Dia yang penting modern dan tertata rapi. Tidak berpikir soal nyaman dan aman. Karena manusia tak ada dalam pikirannya. Tak berpikir warga bisa maju dan berkembang.”

Baca Juga  Polisi di Bandung Berikan Miras kepada Mahasiswa Papua Saat Aksi

Oum Awe @awemany, menyebut AHok narsis. Sedangkan Sandyawan Sumardi yang membina masyarakat di tepi Sungaiu Ciliwung, menyebutnya, fasis. “Hukum diterabas, tak ada ruang dialog dengan warga, sebagai pendatang AHok sedang merusak Jakarta,”ujarnya. Bagi komisioner KomNas HAM, “AHok adalah pelaqnggar HAM berat.”

Jika, kota dipimpin oleh orang psikopat, narsis, pelanggar hukum, tukang adu domba, tukang bohong, korup dan pelanggar HAM, Jakarta menjadi kota keos (Chaos), menuju kehancuran. Dampaknya, akan merembet kepada pemimpin negeri ini. AHok di masa depan akan dikenang sebagai pemimpin fasis pelanggar HAM, dan Jokowi adalah pelindungnya. (indonesiapolicy.com)

Baca Juga:

KomNas HAM : Pelanggaran HAM AHok Sudah Meluas dan Sistematis

KomNas HAM : AHok Bisa Diadili di Pengadilan HAM

Semalam Situasi Bukit Duri Mencekam

ProDem: Jokowi Diam, AHok dan Luhut Merajalela

 

 

Loading...

Terpopuler


To Top