Loading...
Moto Gp

Ada Apa dengan Vale, Jorge dan Marc?

Vale, Jorge and Marc/REUTERS-Issei Kato

kabarin.co – Seperti judul film saja, tapi bagi penggemar adu balap memang sulit untuk tidak mengatakan bahwa apa yang terjadi di ajang balap MotoGP terkadang lebih dramatis dari film drama manapun.

Para pecinta MotoGP pasti sudah tahu bagaimana hebatnya persaingan super sengit di antara mereka bertiga di musim balap tahun lalu. Dan bagaimana drama itu berakhir dengan hasil sama sekali tak terduga.

Nah, berikut adalah sedikit kilas balik dari peristiwa besar di ajang adu balap motor paling bergengsi di seluruh jagat ini.

Di mulai dari sindiran-sindiran pedas Rossi terhadap Marquez yang mengatakan, “Membalaplah untuk dirimu dan biarkan kami (Rossi dan Lorenzo -red) bertarung.”

Yang sayangnya malah dibalas oleh Marquez dengan cara ‘membuat ulah’ dan ‘memprovokasi’ Rossi dari sirkuit ke sirkuit di sepanjang sisa musim.

Pada sesi balap di Phillip Island, Australia, Baby Alien telah mulai memprovokasi The Doctor, ia sengaja melambat untuk memberi ruang bagi Lorenzo.

Hal itu tampak dari catatan waktu lap-nya yang menurun drastis. Padahal motornya punya power untuk mengejar Lorenzo.

Baca Juga  Jelang MotoGP Belanda, "The Doctor" Sang Raja di Sirkuit Assen

Di sirkuit Sepang provokasi itu sampai pada puncaknya, sepanjang tujuh putaran awal Marquez bertingkah seperti ‘anjing gila’ terhadap Rossi namun tidak melakukan apapun terhadap Lorenzo dan Pedrosa yang melaju di depan.

Jika dirunut lagi ke belakang awal mula konflik Rossi versus Marquez sebenarnya telah dimulai sejak MotoGP Argentina pada 19 April 2015.

Bahkan manajer pembalap Honda, Emilio Alzamora mengatakan bahwa tindakan Marquez di Sepang merupakan balas dendam atas insiden di Argentina.

Saat itu Rossi dianggap melakukan manuver berbahaya yang mengakibatkan Marquez terjatuh dan gagal finish.

“Aku mendapat konfirmasi dari Alzamora. Dia bilang Marc menganggap akulah yang membuatnya kehilangan titel juara dunia,” kata Rossi dalam jumpa pers di Malaysia.

Di Negeri Tango tersebut, Rossi dan Marquez terlibat duel ketat di lap terakhir. Keduanya saling overtake. Posisi motor Rossi sudah berada di depan Marquez saat roda belakang Yamaha YZR-M1 miliknya menyenggol roda depan pebalap Repsol Honda tersebut.

Marquez pun jatuh. Begitu jatuh, dia langsung berlari menuju motornya. Tapi karena mesin motor mati, dia sangat kesal sehingga memukuli Honda RC213V-nya

Baca Juga  Pebalap Top Bertumbangan di Assen, Jack Miller Juara!

Marquez jelas kecewa terjatuh di Argentina. Sebab, dia bisa meraih poin besar dan bersaing untuk juara umum baik dengan finis di nomor satu maupun di posisi runner up.

Namun karena terjatuh, dia tak dapat poin apa-apa. Bahkan terancam tak ikut bertarung dalam perebutan gelar juara.

Tapi, insiden yang membuat hatinya terluka tak hanya itu. Insiden kedua terjadi di Sirkuit Assen, Belanda, pada 27 Juni.

Di putaran terakhir, Rossi kembali mempecundangi Marquez. Saat itu, keduanya saling menempel ketat di tikungan terakhir. Rossi sedikit berada di depan Marquez.

Marquez tetap menempel dan tampak tetap pada jalurnya, namun tiba-tiba Rossi“menempuh” jalan pintas. Dia keluar lintasan dan menyasar gravel.

Jarak tikungan pun berhasil ia pangkas. Posisi ketat keduanya berganti dengan Rossi di depan Marquez. Rossi pun mengklaim gelar juaranya di negeri kincir angin.

Meski melintasi gravel, tak ada sanksi apapun dari Race Director. Rossi tetap meraih posisi pertama, sedangkan Marquez di posisi kedua.

Baca Juga  Valentino Rossi Semangat Jadi Pelatih 2 Pembalap Indonesia

Begitulah awal-awal perseteruan panas mereka. Kembali ke ‘the titanic clash’ di Sepang, mulanya Rossi meladeni saja keinginan Marquez untuk bermain-main. Salip menyalip pun terjadi di antara mereka.

Namun pembalap veteran itu pun habis kesabarannya, di lap ke-7 keluarlah ‘tendangan maut’ Rossi dan terciptalah ‘the titanic clash’ yang tak akan terlupakan itu.

Baby Alien lagi-lagi terpaksa mencium aspal dan The Doctor kali ini terkena pinalti dan harus memulai balapan di grid paling belakang di sesi balap terakhir.

Harapan Rossi meraih mahkota juara dunianya yang ke-10 buyar sudah, padahal pengumpulan pointnya lebih unggul dari Lorenzo, ia seperti menjalankan sebuah mission impossible di Valencia.

Tidak ada keajaiban bagi Rossi, di sirkuit itu Jorge Lorenzo dinobatkan sebagai juara dunia MotoGP 2015 setelah memenangi lomba dengan finish di urutan pertama disusul duo spaniard lainnya, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Laman: 1 2

Loading...

Terpopuler


To Top