Loading...
KabarUtama

7,8 Kilometer Lahan Belum Bebas, HK Sebut Hanya Kerjakan Pembebasan yang Sudah Tuntas

Pengendara melintas di salah satu lokasi tol yang sudah rampung dibangun.

Kabarin.co, Padang-Direktur Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru PT Hutama Karya (HK), Marthen Robert Singal memastikan pihaknya akan tetap melakukan pengerjaan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Seksi I (Padang-Sicincin).

Namun pengerjaan hanya akan dilakukan untuk lahan yang sudah bebas saja.

Marthen mengatakan saat ini masih terdapat sejumlah titik lahan yang belum bebas, sehingga pembangunan tidak bisa dilakulan pada ruas itu.

Ia menegaskan pembebasan lahan merupakan domainnya dari (Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena itu pihaknya tidak bisa berbuat lebih jauh.

Terkait konstruksi, pihak HK katanya akan benar-benar memperhatikan kondisi tanah.

Ia mengakui ada beberapa titik tanah yang merupakan rawa dengan kedalaman mencapai 20 meter.
Pihaknya telah melakukan tindakan untuk penguatan sehingga konstruksi badan jalan tidak terganggu.

Sementara itu untuk usaha masyarakat, dalam setiap 50 kilometer tol akan dibuat satu rest area yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha kecil dengan difasilitasi pemerintah daerah.

“Setiap <span;>rest area<span;> disediakan 150 kios untuk usaha kecil yang bisa dimanfaatkan. Jadi untuk 100 km akan ada 300 kios untuk usaha kecil ini,” katanya.

Hingga saat ini ia mengatakan lahan yang telah bebas pada seksi I Padang-Sicincin sebanyak 36 persen setara 13,18 kilometer dari 36,6 kilometer panjang ruas pada seksi I.

Namun dari 13,18 kilometer itu baru 5,5 kilometer yang baru bisa dibangun dengan rigid beton yang telah selesai baru 4,2 kilometer.

Sementara sekitar 7,8 kilometer lagi belum bisa dibangun karena ada spot yg belum bebas sehingga tidak ada akses masuk.

Konstruksi total hingga saat ini telah mencapai 45,52 persen yang didukung pengadaan semua bahan yang dibutuhkan yang telah didatangkan 99 persen.

Ia mengatakan pengerjaan tol tetap berlanjut di lahan yang telah berhasil dibebaskan.(bib)

Loading...

Terpopuler

To Top