Loading...
KabarMiliter

71 Tahun TNI AL Mengawali Kiprahnya Sebagai Militer Laut Nusantara

news.liputan6

kabarin.co – Jakarta, 10 September, 71 tahun lalu, TNI Angkatan Laut (AL) mengawali kiprahnya sebagai salah satu unsur militer di tanah air. Didirikan dengan nama Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut), oleh pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di jajaranKoninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda) dan Kaigun. Dalam perkembangannya, kesatuan matra laut sempat mengalami perubahan nama beberapa kali.

Disarikan dari berbagai sumber, terbentuknya organisasi militer Indonesia yang dikenal sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sejak 5 Oktober 1945, turut berpengaruh terhadap TKR Laut yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Angkatan Laut Republik Indonesia (Alri).

Sementara, untuk alutsista dan sarana pertahanan, Alri menggunakan kapal-kapal peninggalan Jawatan Pelayaran Jepang, selain itu personelnya pun direkrut guna memenuhi tuntutan tugas sebagai penjaga laut republik yang baru terbentuk.

Meski masih muda, bukan berarti Alri tak bertaji. Pada masa awal kemerdekaan, Alri turut menggelar operasi lintas laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi dan menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia.

Bahkan, mereka juga melakukan pelayaran penerobosan blokade laut pasukan Belanda dalam rangka mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Hingga pada 1966, nama Alri resmi berubah menjadi Angkatan Laut (AL) dan terus berkiprah menjaga kedaulatan laut nusantara sampai sekarang.

Hari ini, TNI AL memasuki usia ke 71, namun perayaannya baru akan digelar pada Selasa 13 September 2016 mendatang dengan menggelar upacara sederhana di Markas Besar TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur.

“Hari ini pada libur, nanti tanggal 13 September kami upacara HUT di Mabesal,” jelas Kadispenal, Laksma Edi Sucipto saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (10/9/2016).

Terlebih saat ini, lanjut Edi, prajurit matra laut, tengah mempersiapkan Armada Jaya XXXIV yang akan digelar di laut Jawa dan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Bahkan, KSAL, Laksamana Ade Supandi menegaskan, hajat latihan puncak TNI AL tersebut merupakan tolak ukur pengabdian terhadap negara. Adapun di latihan Armada Jaya kali ini, TNI AL melibatkan 40 unsur laut, delapan unsur udara, dan 1745 pasukan pendarat beserta kendaraan tempurnya.

“Siapkan fisik, mental, serta manfaatkankesempatan latihan untuk menguji naluri tempur yang merupakan tolak ukur sebagai prajurit,” tegas Ade usai meninjau kesiapan pasukan di Mako Armatim, Surabaya, kemarin.(oke)

Baca Juga:

Indonesia Termasuk Militer Terkuat di Asia Tenggara, Peringkat 12 Dunia

Pangarmabar Lepas KRI Ikuti Latihan Puncak Armada Jaya

Alutsista dan Personel TNI Di Perbatasan Akan Dimaksimalkan

Loading...

Terpopuler


To Top